Divonis 14 Bulan Penjara, 3 Unsur Pimpinan dan Sekwan DPRD Enrekang Pikir-pikir

Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Agus Rusianto menjatuhkan vonis satu tahun dua bulan penjara (14 bulan) kepada terdakwa

Divonis 14 Bulan Penjara, 3 Unsur Pimpinan dan Sekwan DPRD Enrekang Pikir-pikir
hasan/tribun-timur.com
Empat terdakwa Korupsi Bimtekbsedang konsultasi dengan tim kuasa hukumnya atas putusan hakim di Pengadilan Negeri Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang, dan kedua wakilnya Arfan Renggong, Mustiar Rahim dan Sekretaris Dewan, Sangkala Tahir belum mengambil sikap atas putusan Pengadilan.

Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Agus Rusianto menjatuhkan vonis satu tahun dua bulan penjara (14 bulan) kepada terdakwa atas kasus dugaan korupsi dana kegiatan Bimtek.

"Sikap kami atas putusan hakim masih pikir pikir,"kata Kuasa Hukum salah satu terdakwa, Hendra Firmansyah di Pengadilan Makassar, Selasa (12/06/2019), siang.

Hendra menyampaikan akan memanfaatkan waktu 7 hari yang diberikan hakim untuk mengambil sikap apakah ajukan banding, jika dalam putusanya dianggap ada tidak sesuai dengan fakta persidangan.

Keempat terdakwa yakni, mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang, dan kedua wakilnya Arfan Renggong, Mustiar Rahim dan Sekwan Sangkala Tahir divonis selama satu tahun dua bulan penjara (14 bulan) penjara.

Putusan ini dibacakan langsung Majelis Hakim , Agus Rusianto dan dibantu dua hakim anggota di ruang utama Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (11/06/2019)

"Mengadili menjatuhhkan pidana penjara selama satu tahun dua bulan," kata Agus Rusdianto dalam amar putusan yang dibacakan.

Putusan yang dijatuhkan hakim lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut terdakwa selama satu tahun delapan bulan (20 bulan).

Selain pidana penjara, keempat terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 50 juta dengan pertimbangan apabila tidak mampu membayar, maka diganti 3 bulan kurungan.

Dalam amar putusan hakim, perbuatan yang memberatkan keempat terdakwa karena mengurangi kepercayaan masyarakat.

Sedangkan yang meringankan, keempat terdakwa mengakui perbuatanya. Terdakwa telah mengembalikan kerugian negara.

Para terdakwa juga bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa memiliki keluarga istri dan anak yang harus ditangguni. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved