TRIBUNWIKI: Beri Pernyataan Tentang Buzzer yang Salahkan Demokrat, Siapa Andi Mallarangeng?

Kekalahan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto disebut sebagai kesalahan partai Demokrat oleh para buzzer.

TRIBUNWIKI: Beri Pernyataan Tentang Buzzer yang Salahkan Demokrat, Siapa Andi Mallarangeng?
Tribunnews/Herudin
Mantan Menpora, Andi Alifian Mallarangeng 

TRIBUNWIKI: Beri Pernyataan Tentang Buzzer yang Salahkan Demokrat, Siapa Andi Mallarangeng?

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kekalahan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto disebut sebagai kesalahan partai Demokrat oleh para buzzer.

Mendengar hal tersebut, Andi Mallarangeng pun ikut angkat bicara.

Baca: TRIBUNWIKI: Trending Topic di Twitter, Siapa Didi Kempot?

Baca: TERNYATA Masih Ada Keinginan Almarhuma Ani Yudhoyono, Ingin Wujudkan Cikeas Seperti Ini

Baca: Jansen Putuskan Keluar dari Barisan Prabowo-Sandi, Salah Satunya Karena Dibenci Warga Kampungnya

Dilansir dari Tribunnews Bogor melalui tayangan Sapa Indonesia Malam, Sabtu (8/6/2019), Andi Mallarangeng pun membenarkan adanya buzzer yang menyalahkan Demokrat.

"Tampaknya terutama kalau kita lihat munculnya buzzer-buzzer yang menyalahkan SBY, AHY, Demokrat. Iya itu ada, bisa dicek di media sosial yang menyalahkan seakan-akan Prabowo kalah itu karena SBY, AHY, Demokrat tidak sepenuh hati untuk mendukung Pak Prabowo," kata Andi Mallarangeng.

Andi Mallarangeng pun mengajak orang, terutama para buzzer untuk memahami logika yang terjadi terkait hasil Pilpres 2019 ini.

Ia menerangkan, bila Prabowo Subianto dianggap menang sesuai dengan hasil perhitungan BPN, maka tak perlu menyalahkan siapapun.

Meski hasilnya berbeda dengan yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU), maka jalan yang tepat adalah mengadukan ke Mahkamah Konstitusi ( MK).

"Itu urusan lain, supaya jelas logikanya, logikanya begini kan menang atau kalah, kalau Pak Prabowo dianggap menang sesuai dengan hasil dari C1 yang awalnya 62 persen lalu 54 persen maka tidak perlu menyalahkan siapa-siapa menang kok," kata Andi Malarangeng.

Kalaupun dianggap kalah karena dianggap ada kecurangan atau kesalahan perhitungan di KPU makanya dimaju ke Mahkamah Konstitusi untuk meluruskan bahwa Pak Prabowo lah yang menang karena itu tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, kecurangan dan kesalahan di KPU kalau itu," ucapnya.

Ia pun menjelaskan bila kondisi sebaliknya bila Prabowo kalah.

Halaman
1234
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved