Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Ini Penjelasan Kadis Peternakan Bantaeng

Kadis Pertanian dan Peternakan Bantaeng, Rahmania mengaku telah mengutus stafnya pada Bidang Peternakan mengurusi hal tersebut.

Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Ini Penjelasan Kadis Peternakan Bantaeng
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Kadis Pertanian dan Peternakan Bantaeng, Rahmania 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Delapan warga Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Bantaeng harus mendapat penanganan medis usai digigit anjing.

Mereka mengalami luka, usai diserang tiba-tiba oleh seekor anjing saat beraktivitas disekitar rumah mereka.

Atas insiden itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng pun turun tangan.

Kadis Pertanian dan Peternakan Bantaeng, Rahmania mengaku telah mengutus stafnya pada Bidang Peternakan mengurusi hal tersebut.

"Kami sudah utus staf untuk urus hal itu setelah mendapat informasi adanya korban gigitan anjing," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Minggu (9/6/2019).

Setelah kejadian itu, dia juga meminta Kades setempat untuk bersurat kepada Dinas Pertanian atas adanya insiden itu.

Sebab, barulah pertanian bisa melakukan upaya penanganan jika ada persuratan yang diterima dari pemerintah desa setempat.

Penanganannya kata dia berupa pemberian racun kepada anjing yang melukai delapan warga.

'Karena sekarang kita sudah tidak bisa langsung meracuni anjing. Ada aturannya, salah satunya jika ada permintaan dari Kades setempat," jelasnya.

Hal yang sama juga jika dikemudian hari bisa dilakukan jika ada anjing yang dicurigai gila, ataupun telah memangsa manusi.

Agar pemerintah setempatnya pro aktif untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, agar dilakukan penanganan.

Apalagi, kata dia Bidang Peternakan memang secara rutin mengawasi hewan ternak warga.

"Hal itu tidak lain dari upaya-upaya untuk menghindari korban gigitan anjing sepeti itu," tuturnya. (*)

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com. edy_eh13

Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com via Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved