Detik-detik Mencekam Bentrok di Buton Sulawesi Tenggara, 2 Tewas, 8 Luka-luka, 87 Rumah Dibakar

Detik-detik mencekam bentrok dan kerusuhan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyebabkan 2 warga tewas, 8 korban luka-luka, 87 rumah dibakar.

Detik-detik Mencekam Bentrok di Buton Sulawesi Tenggara, 2 Tewas, 8 Luka-luka, 87 Rumah Dibakar
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT VIA KOMPAS.COM
Detik-detik mencekam bentrok dan kerusuhan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyebabkan 2 warga tewas, 8 korban luka-luka, 87 rumah dibakar.(foto ilustrasi) 

Baik Pemda Buton dan taruna siaga bencana terus memberikan penangan bantuan kepada korban kebakaran.

Detik-detik Bentrok di Buton

Detik-detik mencekam bentrok dan kerusuhan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyebabkan 2 warga tewas, 8 korban luka-luka, 87 rumah dibakar.(foto ilustrasi)
Detik-detik mencekam bentrok dan kerusuhan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyebabkan 2 warga tewas, 8 korban luka-luka, 87 rumah dibakar.(foto ilustrasi) (SHUTTERSTOCK)

Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjend Pol Irianto mengatakan, pemicu terjadinya pertikaian antara warga Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo karena salah paham.

“Karena kesalahpahaman antara Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo, yang diawali dari pemuda Sampuabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya, karena memainkan gas motor.

Masyarakat Gunung Jaya terganggu dan tidak terima sehingga masyarakat mengeluarkan pernyataan yang tidak mengenakan," kata Irianto, di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019). 

"Kejadian tersebut berlanjut, tak lama kemudian, masyarakat Sampuabalo tiba-tiba datang ke Gunung Jaya terjadi lemparan batu.

Masyarakat Desa Gunung Jaya sangat sedikit penghuninya, sehingga ada pembakaran,” tambah Irianto. 

Ia mengaku, telah memerintahkan Kapolres Buton, Polres Baubau dan Polres Muna untuk melakukan pendekatan dan memadamkan api sampai jam 2 subuh.

Perwira bintang satu ini menuturkan, kedatangannya ke Desa Gunung Jaya untuk menenangkan warga agar tidak terpancing dan terprovokasi untuk melakukan aksi balasan.

“Tolong berikan kepercayaan kepada TNI Polri untuk melakukan tindakan kepolisian. Saya sebagai Kapolda, menjamin untuk itu, akan kita tegakan hukum, siapa pelakunya akan kita tindak,” ujar dia.

Halaman
1234
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved