Lebaran Iwwadh, Tradisi Tahunan Unik Keturunan Arab di Palu

Ratusan warga yang tergabung dalam Komunitas Islam Keturunan Arab di Palu memiliki tradisi unik saat merayakan Idulfitri.

Lebaran Iwwadh, Tradisi Tahunan Unik Keturunan Arab di Palu
Abdul Humul Faaiz/ Tribunpalu.com
Suasana Lebaran Iwwadh di Jl HOS Cokroaminoto, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kamis (6/6/2019) sore 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ratusan warga yang tergabung dalam Komunitas Islam Keturunan Arab di Palu memiliki tradisi unik saat merayakan Idulfitri.

Tradisi ini yang dikenal dengan sebutan Lebaran Iwwadh atau Lebaran Arab ini, kerap dilaksanakan pada hari kedua Idulfitri.

Lebaran Iwwadh ini merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan sejak puluhan tahun lalu.

Seperti yang terlihat di Jl HOS Cokroaminoto, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kamis (6/6/2019) sore tadi.

Terpilih Kali Kedua, Ini Cara Yusran Lalogau Tingkatkan Capaian Suara

Pesawat Boeing 737.200 Dikerahkan Mencari 17 Korban KM Lintas Timur

Mereka bersilaturahmi dari rumah ke rumah sesama warga Arab.

Uniknya, tradisi ini hanya diikuti oleh kaum adam atau pris dari keturunan arab tersebut.

"Iwwadh sendiri, dalam bahasa Arab adalah berarti kembali, dengan makna saling mengunjungi dan memberi salam di setiap rumah," kata Salah satu Warga Keturunan Arab, Farid Djafar Nassar.

Tidak hanya itu, setibanya di tiap rumah yang dikunjungi, kaum lelaki melantunkan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

"Kami memanjatkan doa bagi pemilik rumah yang disinggahi," ujarnya.

Bahkan leboh uniknya lagi, di puncak dari tradisi iwwadh itu ialah membagi-bagikan uang kepada sesama keturunan arab maupun masyarakat.

 Hindari Pengendara Motor, Mobil Hitam Tabrak Pohon di Jeneponto

Pembagian uangpun berbeda dengan bagi-bagi uang pada umumnya.

Uang dibagikan dengan cara dilempar dari lantai dua sebuah rumah toko ke jalan.

Kemudian warga di bawahnya berebutan mengambil uang pecahan Rp.100 ribu, Rp50 ribu dan Rp20 ribu itu.

Tapi sayangnya, Kota Palu sedang diguyur hujan, sehingga warga hanya memeriahkan acara dengan bakar petasan di pelataran rumah.

Sementara uang dibagikan di dalam rumah warga. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved