Mudik 2019

Lengkap Tuntunan Fikih Musafir Jalani Ibadah Saat Mudik, Cara Tentukan Arah Kiblat Dalam Kendaraan

Lengkap Tuntunan Fikih Musafir Jalani Ibadah Saat Mudik, Cara Tentukan Arah Kiblat Dalam Kendaraan

Editor: Hasrul
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichan melaksanakan salat bersama masyarakat di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa. 

Lengkap Tuntunan Fikih Musafir Jalani Ibadah Saat Mudik, Cara Tentukan Arah Kiblat Dalam Kendaraan

TRIBUN-TIMUR.COM - Jelang hari raya Idulfitri, umat Islam melakukan perjalanan Mudik lebaran ke kampung halaman.

Mudik lebaran memang menjadi rutinitas umat Islam di Indonesia setiap tahunya jelang Idulfitri.

Saat mudik, tidak sedikit pemudik yang mengalami kendala untuk menunaikan kewajiban ibadah.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk khawatir atau takut perjalanan akan mengganggu ibadah salat.

Sebab, tata cara dan aturan dalam melaksanakan salat ketika berada dalam perjalanan sudah diatur dalam ilmu fikih.

Baca: Jadwal Imsakiyah Jumat 31 Mei 2019/26 Ramadhan 1440 H di Makassar, Jakarta, Surabaya, Malang

Baca: AHY Kabarkan Kondisi Terbaru Ani Yudhoyono, Keluarga Besar SBY Sudah Kumpul di Singapura

Baca: TRIBUNWIKI: Cek Yuk, Empat Resep Olahan Bihun Sedap, Ada Goreng dan Berkuah

 
Misalnya, menggabungkan dua salat dalam satu waktu.

Dapat pula menyingkat jumlah rakaat bila sedang terburu-buru.

Lantas, bagaimana agar tetap bisa melaksanakan ibadah selama perjalanan mudik lebaran?

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah memberikan infografis terkait ketentuan-ketentuan ibadah dalam perjalanan mudik Lebaran melalui akun Twitter resmi milik Kemenag RI, @Kemenag_RI.

Pemudik bersiap memasuki KM Binaiyya di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Minggu (26/5/2019).
Pemudik bersiap memasuki KM Binaiyya di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Minggu (26/5/2019). (abdiwan/tribun-timur.com)

TribunPalu.com telah merangkum poin-poin infografis yang dibagikan Kemenag RI sebagai berikut:

1. Bolehkah menjamak dan meng-qashar salat?

Seorang musafir diberikan kelonggaran dalam menjalankan ibadah wajib salat lima waktu dalam satu kali waktu.

Seperti halnya menjamak salat, yakni menggabungkan salat Zuhur dan Asar bisa dilaksanakan di waktu Zuhur atau Asar.

Sementara, jika menggabungkan salat Magrib dan Isya bisa dilakukan di waktu Magrib atau Isya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved