Kajati Sulsel Janji Genjot Kasus Pasar Cabbenge Soppeng Usai Lebaran

Tarmizi belum mau membeberkan siapa saja yang masuk dalam daftar pemeriksaan setelah Lebaran nanti.

Kajati Sulsel Janji Genjot Kasus Pasar Cabbenge Soppeng Usai Lebaran
hasan/tribun-timur.com
Kajati Sulselbar, Tarmizi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat terus mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Cabbenge, Kabupaten Soppeng.

Belum ada tersangka dalam kasus ini karena tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan pihak-pihak yang diduga terkait dalam proyek itu.

"Minggu ini belum ada. Efektifitas pemeriksaan mulai setelah selesai Lebaran, karena hari ini terakhir masuk kerja," kata Kepala Kejati (Kajati) Sulselbar, Tarmizi, Jumat (31/5/19).

Tarmizi belum mau membeberkan siapa saja yang masuk dalam daftar pemeriksaan setelah Lebaran nanti.

"Tapi kami sudah mengambil keterangan belasan orang yang ada hubungannya dalam kasus ini," tambahnya.

Kejaksaan mengusut kasus ini karena pembangunan Pasar Cabbenge di Kecamatan Lilirilau, diduga ada penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi sesuai dengan audit BPK.

Pasar yang dikerjakan oleh PT Pelita Griya Asrimuda pada tahun 2003 dengan dana pembangunan sebesar Rp 8 miliar lebih ini, diduga tanpa melalui proses tender.

Pengelolaan Pasar Cabbenge kemudian diambil alih oleh Pemkab Soppeng pada tahun 2016 padahal proses pembangunan terminal dan pelataran parkir yang menjadi bagian dari proyek belum selesai.

Saat itu, nota kesepakatan ditandatangani oleh Bupati Soppeng, Kaswadi Razak.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved