Pemilu 2019

Suara Turun, Golkar Didorong Gelar Evaluasi Total Pasca Pemilu 2019

Kader Partai Golkar mendorong supaya ada evaluasi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini.

Suara Turun, Golkar Didorong Gelar Evaluasi Total Pasca Pemilu 2019
Golkar
Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Direktur Eksekutif Jenggala Center, Dr Syamsuddin Radjab SH MH menjadi narasumber bersama kader Golkar dalam acara Ngopi dan Sahur Bareng para Aktivis di Hotel Century Senayan, Kamis (30/5/2019) dini hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Kader Partai Golkar mendorong supaya ada evaluasi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini.

Dasar evaluasi ini adalah perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto tersebut mengalami penurunan.

Berdasarkan rekapitulasi Pemilu 2019, Partai Golkar hanya berada di posisi ketiga dengan perolehan suara 17.229.789 atau 12,31 persen.

Baca: NH: Airlangga Penyelamat Partai Golkar di Pemilu 2019

Baca: Golkar Sorong 5 Kadernya untuk Jatah Menteri Jokowi, Ini 3 Nama Baru, Salah Satunya Anak BJ Habibie

Baca: Perebutan Kursi Ketua DPRD se-Sulsel: Golkar 10, Nasdem 5, PPP 4, Gerindra 2

Jika dikonversikan pada kursi Golkar meraih 85 kursi. Dengan demikian, Golkar kehilangan 6 kursi di DPR karena pada Pemilu 2014 Golkar meraih 91 kursi DPR RI

Politisi Partai Golkar, Ridwan Hisjam mengatakan diperlukan evaluasi total bagi Golkar.

Evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui penyebab kenapa Golkar kerap mengalami penurunan perolehan kursi di DPR RI setiap kali Pemilu.

"Ini yang menurut saya harus dievaluasi. Kalau Munas (Musyawarah Nasional) bisa Oktober 2019," ujar Ridwan dalam acara Ngopi dan Sahur Bareng para aktivis di Hotel Century Senayan, Kamis (30/5/2019) dini hari.

Ridwan menilai tak tercapainya terget suara Golkar pada pesta demokrasi nasional lima tahunan kerena kurangnya persiapan dan kerja keras partainya. Kerja politik untuk memenangkan Golkar, kata dia, sebenarnya dibutuhkan waktu minimal lima tahun.

"Kerja politik itu sudah cukup lima tahun jika kita ingin Golkar menang Pemilu 2024," katanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan perlu ada regenerasi di kepengurusan partai Golkar.

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved