Pedagang Pasar Daya Makassar Mengeluh, Pembeli Sepi dan Harga Bahan Pokok Naik

Pedagang di Pasar Daya Kota Makassar mengaku aneh, bulan Ramadan dan juga menjelang Lebaran tahun ini pembeli sepi.

Pedagang Pasar Daya Makassar Mengeluh, Pembeli Sepi dan Harga Bahan Pokok Naik
darul/tribuntimur.com
Salah satu pedagang di Pasar Daya Kota Makassar, saat menunjukan contoh Lombok Besar yang naik dari Rp 15.000 jadi harga Rp. 35.000. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pedagang di Pasar Daya Kota Makassar mengaku aneh, bulan Ramadan dan juga menjelang Lebaran tahun ini pembeli sepi.

Hampir sebagian pedagang di Pasar Daya mengungkapkan keanehan itu terlihat jelas, dimana aktivitas jual beli sebelum Lebaran seharus naik, tetapi hal itu bahkan terbalik.

Salah satu pedagang, Ernawati (25) akui, daya beli dari masyarakat di Pasar Daya ini makin menurun, padahal harap pedagang bisa naik dipekan terakhir jelang Lebaran.

Kenapa Menhan Ryamizard Ryacudu Begitu Yakin Senjata Milik Kivlan Zen Bukan untuk Membunuh?

 Forwapsi Makassar Bagikan 90 Paket Sembako

"Awal puasa, bahkan sebelum itu sudah sunyi. Kita pikir menjelang hari raya ini bisa naik, tapi malahan turun," ungkap Ernawati kepada tribun, Kamis (30/5/2019) sore.

Menurut Ernawati, seharusnya menjelang beberapa hari Lebaran ini pembeli sudah mulai ramai di Pasar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak siang hingga malam.

Tapi, pekan terakhir bulan puasa tahun ini berbeda. Bukan berarti tahun politik, tetapi menurut pedagang pemerintah harusnya memberikan solusi ke para pedagang.

"Kami disini tidak tahu soal tahun politik, mungkin perputaran uang belum bagus ya di pasar. Katanya imbas dari tiket pesawat, tapi tidak mungkin itu ya," ujar Ernawati.

Marzuki Alie Bela Syahrini Soal Pajak Penjualan 5.000 Mukena, Inces di Atas Angin?

Selain aktivitas pasar Daya yang diangap sunyi oleh para pedagang, beberapa harga bahan pokok seperti lombok besar, dan bawang putih dan merah juga naik drastis.

Seperti lombok besar naik, dari harga Rp 15.000 jadi Rp 35.000, bawang putih dari Rp 18.000 naik jadi Rp 45.000 dan bawang merah dari Rp. 17.000 menjadi Rp 28.000.

"Kami pedagang kecil ini tidak tahu juga, kenapa tiba-tiba naik seperti ini. Padahal orang tahu jual beli di pasar sepi, semoga pemerintah lihat ini," jelas Ernawati.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved