Gegara Mahasiswa dan Perantau Tak Pulang, Partisipasi Pemilih Bulukumba dan Gowa Tak Capai Target

Selebihnya 87.671 orang, memilih menjadi golongan putih atau Golput. Itu artinya persentase partisipasi pemilih di Bulukumba hanya mencapai 73,63 pers

Gegara Mahasiswa dan Perantau Tak Pulang, Partisipasi Pemilih Bulukumba dan Gowa Tak Capai Target
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
TPS 01 Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, masih melakukan proses pencoblosan, Rabu (17/4/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Selain Makassar, Kabupaten Bulukumba dan Gowa juga termasuk daerah yang tingkat partisipasi pemilihnya rendah dibandingkan 21 kabupaten dan kota di Sulsel.

Bulukumba misalnya, dari total jumlah 332.412 pemilih, hanya 244.741 orang yang menyalurkan hak pilihnya.

Mulai 2 Juni, Ada Penambahan Kapal di Pelabuhan Feri Mamuju

AKBP Aris Bachtiar Ingatkan Pemudik di Pelabuhan Soekarno Hatta Waspada Copet dan Hipnotis

Selebihnya 87.671 orang, memilih menjadi golongan putih atau Golput. Itu artinya persentase partisipasi pemilih di Bulukumba hanya mencapai 73,63 persen.

Sementara pada Pilpres 2019 di Kabupaten Gowa, jumlah partisipasi pemilih mencapai 76,41 persen. Adapun jumlah pemilih Gowa sebanyak 556.814 orang. Sedangkan yang menggunakan hak pilihnya hanya 425.442 pemilih.

Terkait hal tersebut, Ketua KPU Gowa Muhtar Muis menyatakan, persentase pemilih di Gowa pada Pilpres 2019, sebesar 80,29 persen.

Hanya saja, Muhtar tidak merinci darimana data 80,29 persen itu. "Persentase di Gowa untuk Pilpres 80,29 persen," jelasnya, Rabu (29/5/2019).

Terpisah, Komisioner KPU Bulukumba Syamsul Alam, mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan partisipasi pemilih di Bulukumba tidak mencapai target secara nasional.

KPU Sulsel menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara Pemilu 2019 di Hotel Harper, Jl Printis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (8/5/2019) belum lama ini.
KPU Sulsel menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara Pemilu 2019 di Hotel Harper, Jl Printis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (8/5/2019) belum lama ini. (Abd azis/Tribun Timur)

"Banyak warga Bulukumba yang terdaftar di DPT, tapi saat pencoblosan mereka masih berada di daerah rantauan. Baik di luar negeri, katakanlah Malaysia dan beberapa daerah-daerah di tanah air. Seperti, di Kalimantan, Sumatra, Jawa, Maluku, hingga Papua," ujar Syamsul.

Selain itu, kata Syamsul, partisipasi pemilih di Bulukumba turun dikarenakan mahasiswa dari Bulukumba yang tidak sempat pulang kampung menyalurkan hak pilihnya saat hari H pencoblosan.

"Hal ini ditandai, saat pengedaran formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih, ada ribuan masyarakat yang tidak bisa ditemui oleh penyelenggara kami, berhubung yang bersangkutan tidak berada ditempat karena sedang merantau," ujarnya.(*)

Halaman
1234
Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved