Promo Berlebihan Dinilai jadi Predator Diver Ojol, Akademisi: KPPU Harus Bertindak

Alasannya, hal itu dapat menjadi predator bagi mereka sebagai mitra perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Promo Berlebihan Dinilai jadi Predator Diver Ojol, Akademisi: KPPU Harus Bertindak
abdiwan/tribun-timur.com
Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menemui ratusan driver ojek online kota Makassar di Hotel Grand Cendrawasih, Senin (08/04/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Promo ojek online yang jor-joran menurut para driver lebih baik dihapuskan.

Alasannya, hal itu dapat menjadi predator bagi mereka sebagai mitra perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Aksi promo jor-joran, menurut Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Industri Skala Kecil, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Yogyakarta, Ardito Bhinadi harus dilarang di Indonesia.

Hal itu melanggar keadilan dan keseimbangan pasar dan berpotensi memicu persaingan usaha yang tidak sehat.

“KPPU seharusnya cepat bertindak jika memang terbukti ada perusahaan ojol melakukan strategi predatory pricing, sanksinya jangan hanya berupa denda yang ringan," kata Ardito, Selasa malam (28/5/2019).

Maperwa UNM Gelar Mubes ke-18, Rektor Prof Husain Syam Harapkan Sinergitas Lembaga Kemahasiswaan

Dikritik Gegara Gaji Staf Khusus, Nurdin Abdullah Bilang Begini

Menurutnya, dengan strategi tersebut harus dilarang beroperasi sampai bersedia mematuhi peraturan yang berlaku dan menerapkan perilaku persaingan usaha yang sehat.

"Penerapan sanksi berat diperlukan karena sanksi denda yang ringan tidak akan membuat efek jera kepada pelaku," katanya.

Apalagi denda yang dibayarkan relatif sangat kecil bila dibandingkan keuntungan jangka panjang yang diperoleh perusahaan.

“Sanksi penghentian operasional akan lebih rasional dan membuat efek jera karena usahanya akan berhenti sehingga terancam tutup usaha,” kata dia.

Predatory pricing adalah strategi yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan yang ingin melakukan penetrasi pasar dan menguasai pasar alias monopoli.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved