Dinkes Pangkep Temukan Supermaket Jual Obat-obatan Tidak Punya Izin Edar

Di supermarket pertama yang dikunjungi, Jl Poros Bungoro, tim dinkes mengambil obat salep dan batuk yang berlogo biru.

Dinkes Pangkep Temukan Supermaket Jual Obat-obatan Tidak Punya Izin Edar
munjiyah/tribunpangkep.com
Tim dari Dinas Kesehatan Pangkep menemukan puluhan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar di supermarket Pangkep, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Dinas Kesehatan Pangkep menemukan puluhan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar di supermarket Pangkep.

Pantauan TribunPangkep.com, Selasa (28/5/2019), tim dinkes mengunjungi dua supermarket yang diduga masih menjual obat-obatan tidak memiliki izin edar.

Di supermarket pertama yang dikunjungi, Jl Poros Bungoro, tim dinkes mengambil obat salep dan batuk yang berlogo biru.

Setelah mengambil, mereka kemudian memberitahu pihak supermarket dan mengambil obat-obatan tersebut dari tempatnya.

Obat-obatan itu baru dikembalikan setelah memiliki izin edar.

Kemudian supermarket yang berada di tugu Bambu Runcing Pangkep, tim kembali menemukan obat yang tidak memiliki izin edar.

Hasil pantauan di supermarket ini, puluhan obat dilarang beredar terlihat diambil petugas.

Mulai dari obat batuk, sakit kepala, demam hingga obat cacingan.

"Kita ambil puluhan obat ini karena melanggar aturan. Itu sebenarnya tidak bisa dijual dalam arti bebas terbatas, pemahamannya obat terbatas itu harus punya izin toko obat, kemudian harus ada asisten apoteker atau farmasinya," ujar Kepala Seksi Farmasi dan POM Pangkep Dinkes Pangkep, Rahbiati.

Dia menjelaskan perbedaan jika obat berada di supermarket dan apotik.

"Kalau di apotik kan itu kita bisa pantau terus dan memang mereka sudah tahu aturannya. Tetapi, kalau di supermarket tidak ada yang batasi, larang dan diperjualbelikan bebas saja," ungkapnya.

Dia mengaku, mengambil semua puluhan obat-obatan tersebut agar pihak supermarket mengurus izin edarnya.

"Nanti dikasiji (kembalikan), tapi urus dulu izin edarnya. Tidak boleh dipajang saja begitu karena obat-obat itu keras dan sangat berbahaya jika mengkonsumsi berlebihan seperti misalnya bisa fly atau terbang serta berimajinasi tinggi," jelasnya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved