Telan Dana Rp 3,6 T, Bandara Hasanuddin Bakal Jadi Bandara Terbesar Kedua di Indonesia

Sejumlah pekerja saat ini tengah mengerjakan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin.

Telan Dana Rp 3,6 T, Bandara Hasanuddin Bakal Jadi Bandara Terbesar Kedua di Indonesia
TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. 

TRIBUN-MAROS.COM, MANDAI - Sejumlah pekerja saat ini tengah mengerjakan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin.

Bandara tersebut letaknya di Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bandara internasional tersebut, dikelola oleh PT Angkasa Pura 1 (Persero).

Baca: Festival Bedug Gowa Resmi Ditutup, Kontestan Maros Raih Juara dan Bawa Uang Pulang Rp 30 Juta

Baca: Malam ke-23 Ramadan, Dr Haris Kulle Bahas Hikmah Perbedaan Ulama di Masjid Agung Maros

Baca: Peduli Sesama, TTNT-ASADE Polres Maros Baksos dan Buka Puasa Bersama di Marusu

GM PT Angkasa Pura 1, Wahyudi mengatakan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun lebih.

Dana yang disiapkan pun tak tanggung-tanggung, yakni sekitar Rp 3,6 triliun.

Grand Manager (GM) PT Angkasa Pura 1, Wahyudi mengatakan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun lebih.
GM PT Angkasa Pura 1, Wahyudi mengatakan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun lebih. (TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN)

Bandara Sultan Hasanuddin, kata dia, bakal dikembangkan menjadi tiga kali lebih luas dibandingkan yang ada saat ini.

"Nantinya, bandara ini bakal jadi yang terbesar di Indonesia Timur. Bandara Sultan Hasanuddin juga akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta di Jakarta," kata GM PT Angkasa Pura 1, Wahyudi, Senin (27/3/2019).

Wahyudi menambahkan, perluasan area bandara dilakukan, karena kapasitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin saat ini sudah tidak bisa lagi menampung jumlah penumpang pesawat setiap tahunnya.

Kapasitas bandara saat ini, kata dia, hanya bisa menampung sekitar tujuh juta penumpang pesawat setiap tahunnya.

Padahal, penumpang yang menggunakan bandara tersebut, kini bisa mencapai 13 juta per tahunnya.

"Kami semua mohon dukungan segenap stakeholder, agar pengembangan bandara ini segera rampung, dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat," tuturnya.

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Amiruddin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved