7 Tentara Myanmar Pembunuh 10 Muslim Rohingya Sangat Cepat Dibebaskan Lalu Diminta untuk Tutup Mulut

Tujuh tentara Mynmar yang dipenjara karena membunuh 10 pria Muslim Rohingya telah dibebaskan jauh lebih awal dari vonis 10 tahun penjara

7 Tentara Myanmar Pembunuh 10 Muslim Rohingya Sangat Cepat Dibebaskan Lalu Diminta untuk Tutup Mulut
HANDOUT VIA BBC NEWS INDONESIA
Inilah para pria yang kematiannya diselidiki oleh wartawan Reuters. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tujuh tentara Mynmar yang dipenjara karena membunuh 10 pria Muslim Rohingya telah dibebaskan jauh lebih awal dari vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan kepada mereka.

Vonis tersebut dijatuhkan pada 2018 setelah mereka dinyatakan terlibat pembunuhan di Desa Inn Din namun mereka "kini tak lagi ditahan," kata para petugas penjara.

Kantor berita Reuters yang mengungkap pembantaian dan pertama kali melaporkan pembebasan awal itu mengatakan, tentara itu dibebaskan pada bulan November.

Mereka adalah satu-satunya kelompok anggota militer yang melancarkan operasi meredam Rohingya di negara bagian Rakhine pada 2017.

Lebih dari 700 ribu orang melarikan diri dari negara itu karena operasi militer tersebut.

Seorang juru bicara untuk urusan penjara mengatakan, Senin (27/5/2019), bahwa tujuh tentara yang dihukum karena eksekusi di Inn Din "tidak lagi ditahan di penjara".

Petugas itu tak memberi rincian lebin lanjut.

Salah seorang tentara memastikan kepada Reuters bahwa ia telah dibebaskan namun menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Ia mengatakan, "dirinya diminta untuk tutup mulut".

Dua tentara lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa mereka dibebaskan pada November, kurang dari satu tahun dari masa 10 tahun penahanan.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved