Dana Operasional Pemungut Restribusi Parkir Belum Dibayarkan, Ini Kata Kepala UPTD Parkir Parepare

Dana operasional atau transportasi bagi petugas yang memungut retribusi parkir di Parepare belum dibayar

Dana Operasional Pemungut Restribusi Parkir Belum Dibayarkan, Ini Kata Kepala UPTD Parkir Parepare
TRIBUN TIMUR/MULYADI
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe pakaikan rompi kepada Jukir dalam pelatihan yang digelar Dinas Perhubungan Kota Parepare 

TRIBUNPAREPARE.COM, UJUNG -Dana operasional atau transportasi bagi petugas yang memungut retribusi parkir diduga diselewengkan.

Koordinator Parkir RSUD Andi Makkasau, Nur Salam mengungkapkan, hingga saat ini dana tersebut belum dibayarkan dari UPTD Parkir.

"Dana Tranportasi di UPTD Perparkiran hingga saat ini belum dibayarkan, biasanya seperti tahun-tahun kemarin kita hanya dipanggil satu persatu ke ruangan dan diberi nilai bervariasi antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,"ujarnya, Minggu (26/5/2019).

Baca: KBPP Polri Parepare Bagikan Pabbuka di Mattirotasi

Baca: LPKA Parepare Lulus Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Baca: 15 Armada Kapal Laut Layani Penumpang di Pelabuhan Nusantara Parepare

Nur membeberkan hingga saat ini tidak ada nominal pasti berapa sebenarnya hak yang harus diterima petugas pemungut Retribusi parkir .

"Kita hanya disodorkan kertas untuk tandatangan tanpa ada nilai nominal yang tertulis, dan itu terjadi sejak tahun 2017, pas kami minta arsip, kata Kepala UPTD , tidak ada,"terangnya.

Nur juga mengungkap maslaah tersebut pernah dipertanyakan langsung kepada Kepala UPTD Parkir.

"Disampaikan bilang yang berhak menerima dana transportasi , hanya yang memiliki SK Wali Kota,"bebernya.

Terpisah, Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Parepare, Andi Ridwan berdalih jika besaran dana transportasi menyesuaikan dengan DPA dan dibagi rata dengan petugas yang memiliki SK dan tidak memiliki SK.

"Saya tidak tahu jumlah pastinya namun kami berikan sesuai dengan DPA, dibagi kepada semua petugas, intinya kami akan bayarkan segera,"katanya.

UPTD Parkir ini sendiri terus menuai sorotan. Sebelumnya juga dituding adanya kebocoran PAD dalam pungutan retribusi parkir tersebut dan sempat muncul desakan agar Kepala UPTD Parkir diganti. (*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Mulyadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved