Buka Empo Sipitangarri Hipma Gowa, Ini Harapan Sekda Gowa

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Ikatan Alumni (IKA) HIPMA Gowa Hasan Hasyim, dewan senior dan kehormatan Hipma Gowa, tokoh adat dan tokoh budaya

Buka Empo Sipitangarri Hipma Gowa, Ini Harapan Sekda Gowa
Ari/Tribungowa.com
Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis menyampaikan sambutan dalam Empo Sipitangarri Hipma Gowa di Gedung Darmawanita Gowa, Sabtu (25/5/2019) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Muchlis, hadir membuka Empo Sipitangarri Himpunan Pelajar Mahasiswa (Hipma) Gowa di Gedung Darmawanita Gowa, Sabtu (25/5/2019) sore.

Mengangkat tema "Jejak Tupanrita Ri Butta Kalabbiranta".

Kadiskop UKM Sulsel Buka Event Ramadan Komunitas Yuk Ngaji Makassar

Musim Mudik, Jalan Rusak di Pangkep Akhirnya Diperbaiki

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Ikatan Alumni (IKA) HIPMA Gowa Hasan Hasyim, dewan senior dan kehormatan Hipma Gowa, tokoh adat dan tokoh budaya di Gowa.

Sekda Gowa Muchlis mengatakan, adanya pertemuan Empo Sipitangarri, menunjukkan dinamika organisasi Hipma Gowa yang semakin maju.

"Ini adalah bentuk musyawarah terbuka yang memang harus dilakukan anggota organisasi untuk kemajuan visi-misi dan pengembangan organisasi mereka. Sering membuat pertemuan untuk bertukar saran, nasihat dan masukan akan semakin menguatkan kerja-kerja dan eksistensi organisasi," katanya.

Menurut Muchlis, jika organisasi kepemudaan (OKP) hari ini salah satunya Hipma Gowa masih melakukan strategi pola lama, maka akan ketinggalan dengan OKP-OKP yang telah maju didepan. Kehadirannya pun tidak akan mendapatkan tempat di masyarakat.

"Prinsip organisasi itu memang tidak dapat berubah seiring perkembangan zaman, beda dengan strateginya karena jika kita tetap pada gaya strategi dulu-dulu maka dipastikan kita akan ketinggalan. Zaman telah sangat modern, olehnya kita harus dapat mengikuti perubahan itu," tegasnya.

Zaman teknologi digital dan milenial seperti ini, OKP harus bisa dapat mengikuti perubahan tersebut. Olehnya, seluruh program atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan harus lebih maju dan kreatif, tak hanya itu harus terus mengasah intelektualitas agar tidak kehilangan arah.

"Saat ini kita hidup di Abad 21 yang sifatnya bergejolak, kompleks dan tidak jelas. Jika kita tidak dilandasi dengan pengetahuan yang baik maka kita akan terlindas dan tidak dapat bersaing dengan banyaknya tantangan di depan mata," terang Muchlis.

Hipma Gowa pun tidak boleh meninggalkan jejak historynya, terutama jejak tupanritanya. Pasalnya jejak masa lalu yang membuat Hipma Gowa masih dapat bertahan seperti ini. Untuk itu kehadiran Hipma Gowa sebagai pilar generasi intelektual di Gowa harus terus dikembangkan.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved