LBH Makassar Diskusi Refleksi 21 Tahun Reformasi

Menurutnya, para mantan aktivis terdebut lantas melupakan nilai-nilai yang diusung dalam enam tuntutan reformasi disaat aktivis

LBH Makassar Diskusi Refleksi 21 Tahun Reformasi
darul/tribun-timur.com
LBH Kota Makassar menggelar diskusi Refleksi 21 Tahun Reformasi, di hotel Jolin Jl Pengayoman, Panakkukang, Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar menggelar diskusi 'Refleksi 21 Tahun Reformasi', Jumat (24/5/2019) sore.

Diskusi yang diikuti puluhan aktivis LSM, NGO dan mahasiswa Makassar ini digelar di Samalona Room Hotel Jolin Makassar, Jl Pengayoman, Panakkukang, Makassar.

Menurut Direktur LBH, Haswandy Andi Mas, diskusi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut, terkait situasi gerakan masyarakat sipil saat ini.

"Dan hampir mantan-mantan aktivis saat ini, terkanalisasi masuk di politik praktis. Bahkan tergerus pada kelompok capres 01 dan 02," ungkap Haswandi kepada tribun.

Menurutnya, para mantan aktivis terdebut lantas melupakan nilai-nilai yang diusung dalam enam tuntutan reformasi disaat aktivis menumbangkan Rezim waktu itu.

Sebagian para aktivis yang tumbangkan masa Orde Baru tersebut, sudah lupakan proses itu. Bahkan disatu sisi, sebelum Reformasi dan sesudah, banyak korban.

"Banyak pengorbanan saat reformasi dan saat ini sudah melewati itu, tetapi masih ada yang tidak melihat itu. Kerusuhan ada diaman-mana saat itu," kata Haswandy.

Dinilai, walau kasus-kasus penembakan saat Reformasi seperti di Trisaksi, di Kota Makassar ada Amarah (April Makassar Berdarah) tapi perjuangan masih lanjut.

Haswandi menjelaskan, walaupun kasus-kasus tersebut sudah lewat. Tapi melalui diskusi tersebut, akan dirumuskan untuk menjadi sebuah agenda kedepannya.

"Bahasanya tidak perlu lagi revolusi atau reformasi, tapi bagaimana hak rakyat yang berdaulat itu dipenuhi. Jadi perlu kita bela nilai-nilai dari suatu perjuangan," jelasnya.

Diskusi dan buka puasa bersama ini juga diikuti aktivis dan budayawan, diantaranya Asmin Amin. Dia membedakan aktivis dulu dan sekarang yang terpaut sangat jauh.

Jika aktivis dulu kata Asmin, sangatlah alergi terhadao politik praktis. Sedangkan aktivis sekarang, cenderung lebih pada eksis dan bangga berfoto dengan politisi.

"Ya sekarang aktivis itu cenderung pada foto selfi dengan penguasa dan politisi, termaksud juga politik praktis," ungkap Haswandy dalam catatan diskusi itu.

Dalam diskusi ini, hadir juga para alumni LBH Kota Makassar. Seperti, Abdul Azis, Nasiruddin Passigai, Hasbi Abdullah, Iwan Kurniawan, Anwar dan alumni lainnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved