Pemilu 2019

Terbukti Langgar Pemilu, Ketua KPPS TPS 5 Issong Toraja Utara Divonis 1 Bulan Penjara

PN Makale Kelas IB membacakan putusan sidang pelanggaran Pemilu 2019 kepada Ketua KPPS TPS 5 Issong

Terbukti Langgar Pemilu, Ketua KPPS TPS 5 Issong Toraja Utara Divonis 1 Bulan Penjara
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Terdakwa pelanggaran pemilu, Ketua KPPS TPS 5 Issong di Lembang (Desa) Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara berdiri saat mendengarkan keputusan sidang di kantor PN Makale lantai 2, Jalan Pongtiku Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Kamis (23/5/2019) siang. / foto Risnawati 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Pengadilan Negeri (PN) Makale Kelas IB membacakan putusan sidang pelanggaran Pemilu 2019 kepada Ketua KPPS TPS 5 Issong di kantor PN Makale lantai 2, Jalan Pongtiku Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Kamis (23/5/2019) siang.

Ketua KPPS TPS 5 di Dusun Issong Lembang (Desa) Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua Kabupaten Toraja Utara bernama Frans Tammu.

Frans Tammu disapa Pong (Bapak) Arpin sebagai terdakwa dalam perkara tindak pidana Pemilu 2019 dan dilaporkan melakukan pelanggaran saat proses pemungutan suara 17 April 2019 lalu.

Baca: Kepala Kemenag Toraja Utara Hadiri Bukber Keluarga Alm HM Yunus Kadir di Tallunglipu

Baca: Bupati Toraja Utara Bawa Kadis PU dan Pariwisata ke Selandia Baru, Ini Tujuannya

Baca: BPJS-Dinsos-Dinkes Toraja Utara Validasi Data Ganda

Sidang mendengar keterangan saksi, menghadirkan lima orang saksi yaitu, anggota KPPS, Panwascam dan pengawas TPS 5 Issong pada Senin (20/5/2019) lalu.

Wakil Ketua PN Makale Kelas IB, Jahoras Siringoringo sebagai hakim ketua didampingi dua hakim anggota membacakan putusan sidang dihadiri terdakwa.

"Mendengar keterangan dari lima saksi semuanya dapat dibuktikan dan terdakwa pada sidang keputusan telah mengakui perbuatannya salah," ucap Jahoras.

Maka, putusan sidang kepada terdakwa Frans Tammu atas perbuatannya didenda selama satu bulan penjara.

"Selain itu juga denda 1 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar dapat dipidana kurungan lima hari," jelas Jahoras.

Dijelaskan, saksi dihadirkan membeberkan keterangan perbuatan melawan hukum dilakukan terdakwa di antaranya mencoblos surat suara yang sisa, melibatkan pemilih di bawah umur ikut mencoblos, data ditulis di plano tidak sesuai jumlah pemilih, kertas suara tercoblos tidak sesuai jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Akibat perbuatannya, KPU Toraja Utara menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) atas rekomendasi Bawaslu yang telah dilaksanakan di TPS 5 Issong dan dikawal ketat aparat TNI-Polri.

Ditemui TribunToraja.com, di PN Makale Kelas IB, terdakwa tidak memberikan keterangan dan pergi meninggalkan ruang sidang setelah selesai pembacaan keputusan.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia, Dimakamkan di Pesantren Azzikra Bogor

 

 

A

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved