Polres Pangkep Selidiki Perusahaan Batu Bara Ilegal di Tekolabbua

Kasatreskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong mengatakan pihaknya tengah menyelidiki keberadaan perusahaan tersebut

Polres Pangkep Selidiki Perusahaan Batu Bara Ilegal di Tekolabbua
munjiyah/tribunpangkep.com
Kasatreskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Polres Pangkep saat ini sementara menyelidiki perusahaan batu bara yang ilegal di Kelurahan Tekolabbua Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Kasatreskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong mengatakan pihaknya tengah menyelidiki keberadaan perusahaan tersebut dengan menurunkan anggota meninjau langsung.

"Kita sudah turunkan anggota untuk tinjau lokasinya langsung. Hari ini sudah diperiksa, kepolisian sudah jalan dan sementara dalam lidik," katanya.

Anita menyebut, seharusnya persoalan perusahaan batu bara ini diselesaikan tingkat pemerintah setempat karena mereka lebih tahu seluk beluknya.

"Harusnya pak Lurah yang atasi ini jika sudah ada keluhan dari masyarakat, tidak perlu menunggu informasinya viral sampai ditangani kepolisian," ujarnya saat ditemui di Pangkajene, Rabu (22/5/2019) sore.

Meski begitu, permasalahan ini sudah ditangani pihak kepolisian Anita juga menyarankan agar instansi terkait mengeluarkan surat teguran.

"Persoalan ini juga kan harusnya ada izin dari Dinas Lingkungan Hidup. Mereka yang memang tangani persoalan seperti ini.
Kami minta kerjasamanya untuk mendesak DLH keluarkan teguran,"ungkapnya.

Pihak Reskrim juga segera akan memanggil pemerintah setempat seperti Lurah Tekolabbua, dinas terkait dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memberi keterangan.

"Semua instansi terkait kami akan panggil, utamanya lurah dan kadisnya terkait persoalan ini," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, April 2019 asap batu bara sangat menganggu warga sekitar.

Aktivitas asap batu bara setiap hari membuat sejumlah masyarakat yang bermukim di area tersebut terganggu hingga sakit gangguan pernafasan dan batuk.

Hingga akhir bulan Mei 2019 belum ada respon dan tindaklanjut dari pemilik perusahaan begitupun dari pemerintah setempat.

Pihak DLH Pangkep juga mengaku perusahaan batu bara tersebut ilegal atau tidak memiliki izin dari DLH Pangkep.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved