Perdagangan Kayu Ulin Ilegal Marak di Mallusetasi Barru

Ketua Ormas Laki Kabupaten Barru, Andi Agus mengungkapkan, bongkar kayu ulin yang diduga ilegal berasal Kalimantan.

Perdagangan Kayu Ulin Ilegal Marak di Mallusetasi Barru
Handover
Perdagangan kayu ulin yang diduga ilegal di Kecamatan Mallusettasi dan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. 

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Perdagangan kayu ulin yang diduga hasil ilegal loging dikabarkan marak terjadi di empat titik di wilayah Kabupaten Barru, Kamis (23/5/2019).

Keempat titik tempat pembongkaran kayu ulin yang diperjual belikan itu masing-masing diduga terjadi di kampung Ujung Pelabuhan Awerangnge, Pantai Batupute, Pantai Cilellang, dan di kampung ujung indah.

Empat lokasi tersebut berada di Kecamatan Mallusetasi dan Soppeng Riaja.

Ketua Ormas Laki Kabupaten Barru, Andi Agus mengungkapkan, bongkar kayu ulin yang diduga ilegal berasal Kalimantan.

Dia menegaskan, hal ini patut dinilai ilegal loging karena kayu tersebut tidak bisa diantar pulaukan.

"Bahkan bantalan kayu ulin begitu gampang ditemukan di beberapa tempat soumel milik para pengusaha kayu. Distribusi kayu ulin yang sudah diolah dalam bentuk barang jadi seperti untuk tiang dan dinding rumah panggung sering diangkut dan melintas secara bebas melalui jalan poros Kabupaten Barru," kata Andi Agus kepada beberapa wartawan di Barru.

Andi Agus mengaku heran dengan perdagangan kayu ulin yang diduga ilegal ini.

Pasalnya, dua Kecamatan yang menjadi lokasi untuk mendrop kayu ulin berdekatan dengan pelabuhan Awwerangnge.

"Bongkar muat kayu ulin didua titik di Pantai Cilellang dan Pantai Ujung Indah ( Kecamatan Mallusetasi) juga tidak memilih pelabuhan Awerangnge. Pengusaha kayu melakukan pembongkaran kayu dari kapal, masing-masing di kedua pantai tersebut," ungkapnya.

Andi Agus pun berharap, pihak terkait agar bertindak untuk menghentikan perdagangan kayu ulin yang diduga kuat tak berizin (ilegal) tersebut.

Laporan Wartawan TribunBarru.com, @akbar_hs

Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved