Aksi 22 Mei Ricuh, Kurs Rupiah Melemah, BI Sulsel: Ini Lazim Terjadi

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah setelah aksi demonstrasi Rabu (22/5/2019)

Aksi 22 Mei Ricuh, Kurs Rupiah Melemah, BI Sulsel: Ini Lazim Terjadi
Dok Amanlison Sembiring
Direktur Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulsel, Amanlison Sembiring. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Setelah aksi demonstrasi Rabu (22/5/2019) yang berujung kericuhan di ibu kota, Jakarta. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah.

Ini pun berkolerasi dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengacu Bloomberg, pagi ini Kamis (23/5/2019), kurs rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat sebanyak 17 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.508 per USD dibandingkan penutupan Rp14.525 per USD.

Baca: TRIBUNWIKI - Batalkan Konser di Jakarta karena Aksi 22 Mei, Berikut Profil Lauv

Baca: PERHATIKAN Baik-baik! Ini Wajah Ratusan Perusuh Bayaran Aksi 22 Mei, Ada yang Kamu Kenal?

Baca: 8 Fakta Kerusuhan Aksi 22 Mei, Dari Dalang Kerusuhan, Massa Bayaran hingga By Design

Kurs rupiah diperdagangkan harian di kisaran Rp14.521 per USD - Rp Rp14.525 per USD.

Direktur Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulsel Amanlison Sembiring mengatakan, itu sesuatu yang lazim terjadi, setiap kali terjadi aksi yang tidak kondusif mengarah kepada ketidaktertiban di pusat bisnis.

"Maka semua pemilik dana akan membatasi transaksinya dan wait and see," kata Amanlison yang dihubungi Kamis siang (23/5/2019).

"Tentu ini memengaruhi nilai tukar kita. Bahkan bila situasi yang tidak stabil terjadi terus menerus tidak menutup kemungkinan pemilik modal bisa membawa uangnya ke luar dari suatu negara," jelas Amanlison menambahkan.

Efeknya pun memicu pelemahan lebih dalam pada nilai tukar uang.

"Situasi yang kondusif, damai, dan aman sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas perekonomian," ujarnya.

BI Sulsel melihat situasi yang berangsur pulih dan semua pihak bersama-sama terus menunjukkan dan membangun situasi yang kondusif, damai, dan tertib.

"Maka mengingat faktor kondusifitas salah satu faktor yang penting mudah-mudahan nilai rupiah akan menguat lagi," ujarnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia, Dimakamkan di Pesantren Azzikra Bogor

 

 

A

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved