OPINI

OPINI - Menjaga Keanekaragaman Hayati dengan Hati

Penulis adalah Staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan KLHK

OPINI - Menjaga Keanekaragaman Hayati dengan Hati
tribun timur
Staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan, KLHK

Oleh:
Ellyyana Said
Staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan KLHK

Keanekaragaman hayati atau kehati diterjemahkan sebagai semua makhluk yang hidup di bumi.

Keberadaan kehati saling berhubungan dan membutuhkan satu dengan yang lainnya untuk tumbuh dan berkembang biak sehingga membentuk suatu sistem kehidupan.

Peringatan hari Kehati dunia tahun 2019, memilih tema ”Our Biodiversity, Our Food, and Our Healty”.

Keanekaragaman hayati adalah komponen penting dalam keberlangsungan bumi dan isinya, termasuk eksistensi manusia.

Keanekaragaman hayati sudah dimanfaatkan sejak manusia diciptakan, baik sebagai sumber pangan, obat-obatan, energi dan sandang, jasa penyedia air dan udara bersih, perlindungan dari bencana alam, hingga regulasi iklim.

Selain itu kehati juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk perkembangan sosial, budaya dan ekonomi.

Ekosistem telah memberikan jasa keanekaragaman hayati (biodiversity) di antara makhluk hidup dari semua sumber.

Di Sulawesi Selatan, hutan konservasi umumnya berupa kawasan perlindungan dimana terdapat cagar alam, taman wisata, suaka margasatwa, suaka alam, dan pelesatarian alam.

Baca: Tokoh Agama Hadiri Buka Puasa Kemenag Toraja

Kawasan hutan konservasi ini sebagai tempat hidup berbagai plasma nutfah dan keanekaragarnan hayati yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sebagai bagian biodeversity dunia.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved