Mengenal Ketua MK Anwar Usman, Putra Asli Bima yang Akan Memimpin Sidang Sengketa Pilpres 2019

Mengenal Ketua MK Anwar Usman, Putra Asli Bima yang Akan Memimpin Sidang Sengketa Pilpres

Mengenal Ketua MK Anwar Usman, Putra Asli Bima yang Akan Memimpin Sidang Sengketa Pilpres 2019
Kompas.com
Gedung Mahkamah Konstitusi 

Mengenal Ketua MK Anwar Usman, Putra Asli Bima yang Akan Memimpin Sidang Sengketa Pilpres

TRIBUN-TIMUR.COM,- Seiring pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pemilu 2019 dengan suara terbanyak, kubu Prabowo-Sandi pun bereaksi.

Prabowo-Sandi akan menempuh jalur konstitusi atau jalur hukum dengan mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca: BREAKING NEWS: Puluhan Massa Serukan Aksi Super Damai Menolak Hasil Pilpres 2019

Baca: Kronologi Bentrokan di Petamburan Jl KS Tubun, Polisi Bareng Panglima FPI Habib Muchsin Usir Massa

Baca: JUSUF Kalla: Silahkan Demo, Aksi 22 Mei Tak Akan Rubah Hasil Pemilu, Hanya ini yang Bisa Mengubah

Padahal sebelumnya, Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi'i mengatakan, pihaknya sudah tidak percaya lagi terhadap Mahkamah Konstitusi.

Oleh karena itu, setelah pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, kata dia, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak akan mengajukan gugatan ke MK.

Hal ini dia sampaikan ketika ditanya mengenai langkah konkret kubu 02 setelah KPU mengumumkan hasil pemilu nantinya.

Pasalnya, Prabowo telah menyatakan menolak hasil pemilu dari KPU.

"Di 2014 yang lalu kita punya pengalaman yang buruk dengan MK," ujar Syafi'i di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Namun kini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan akan mengajukan gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden ke Mahkamah Konstitusi.

Hal tersebut merupakan  hasil rapat internal yang dilakukan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kediaman Prabowo Subianto , Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved