Efek Aksi 22 Mei, Investor Masih Wait and See

Para analis menilai, demonstrasi yang terjadi di Ibukota Jakarta menjadi salah satu penyebab melemahnya IHSG.

Efek Aksi 22 Mei, Investor Masih Wait and See
shutterstock
Ilustrasi pergerakan harga saham IHSG 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali masih akan melemah pada Kamis (23/5/2019). 

Pada Rabu (22/5/2019), IHSG turun 0,2% ke 5.939,64. Para analis menilai, demonstrasi yang terjadi di Ibukota Jakarta menjadi salah satu penyebab melemahnya IHSG.

“Aksi massa menjadi salah satu konsen utama bagi investor. Sehingga saat ini investor cenderung wait and see,” ujar Kepala Riset MNC Sekuritas, Thendra Crisnanda.

Ia menjelaskan, dampak kejadian demo pada 22 Mei dini hari tercermin dari penurunan nilai transaksi harian bursa 18% dari rata-rata mingguan Rp 7,84 triliun sehari menjadi Rp 6,3 triliun-Rp 6,4 triliun.

Baca: Aksi 22 Mei, Nilai Tukar Rupiah Melemah dan IHSG Hari Ini Tertekan, Investor Kabur?

Baca: Pendukung 01 Harus Tahu, Setelah KPU Tetapkan Jokowi Pemenang Pilpres 2019 IHSG Melesat, Ini Artinya

Meski begitu asing tercatat melakukan beli bersih alias net buy Rp 702,02 miliar. Ini karena transaksi negosiasi saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk dan Michellin.

Analis Pacific2000 Securities, Indra Then menambahkan hubungan dagang Amerika Serikat dan China yang masih memanas membuat asing di pasar reguler masih mencatat jual bersih Rp 143,74 miliar.

Besok, Indra memperkirakan IHSG melemah di 5.910-5.940. Sedangkan Herditya Wicaksana analis MNC Sekuritas memperkirakan, IHSG masih koreksi di 5.850-5.950.(arfyana rahayu)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Kondisi Politik Memanas, IHSG Diprediksi Berlanjut Melemah Besok".

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved