Sambut 15 Ramadhan, Ini Dilakukan PMR Wira SMAN 6 Selayar

Mereka melafalkan salawat sambari membawa obor, dan memegang ketupat khusus seperti ketupat jenis kuda, ketupat kotak, ketupat bentuk ikan.

Sambut 15 Ramadhan, Ini Dilakukan PMR Wira SMAN 6 Selayar
Nurwahidah/Tribun Timur
Anggota PMR Wira SMAN 6 Selayar menggelar pawai obor dengan keliling kampung, di Desa Majapahit, Desa Bonerate, dan Desa Lamantu, Minggu (19/5/2019) malam. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Anggota Palang Merah Remah ( PMR) Wira SMAN 6 Selayar, menggelar pawai obor dengan keliling kampung.

Tiga desa dikelilingi masing-masing Desa Majapahit, Desa Bonerate, dan Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/5/2019) malam.

Pemkab Enrekang Anggarkan Rp 18,8 M untuk THR ASN, Ini Jadwal Cairnya

Benarkah Isu Kecurangan Pemilu 2014 dan 2019 Sama? Ini Penjelasan Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva

Mereka melafalkan salawat sambari membawa obor, dan memegang ketupat khusus seperti ketupat jenis kuda, ketupat kotak, ketupat bentuk ikan, dan ketupat bentuk katak.

Pawai obor tersebut merupakan tradisi warga Pasimarannu Selayar, menjelang 15 Ramadan,

Pendamping PMR Noviardi Usra mengatakan, kegiatan ini untuk bernostalgia.

"Kegiatan ini sangat positif, selain bisa bernostalgia dengan masa kecil, tunu-tunu salolo juga adalah sebuah tradisi 15 ramadan yang harus dilestarikan," katanya.

Tokoh masyarakat Muliading mengatakan, penyambutan 15 ramadan dikenal dulu dengan nama tunu sulua.

"dimana minyak tanah pada masa itu belum ada, sehingga orang tua zaman dulu menggunakan biji tanaman sulu java sebagai alat penerang atau pelita dengan cara biji tersebut dibakar,"ujarnya.

Saat berkeliling kampung, ada nyanyian khusus yaitu dikenal dengan lagu tunu- tunu salolo.

"Dulu kami pada masa anak-anak bergembira riang dengan kegiatan tunu sulua menyambut 15 ramadhan, sambil membawa ketupat kuda yang diletakkan dileher seperti kalung,"ujarnya.

Dialog publik LSM Jari Manis dan DPD Lira Mamuju dalam rangka Harkitnas di RM Manori Jl Jenderal Sudirman.
Dialog publik LSM Jari Manis dan DPD Lira Mamuju dalam rangka Harkitnas di RM Manori Jl Jenderal Sudirman. (Nurhadi/Tribun Timur)

Pasalnya hal itu dilakukan untuk menjaga ketupat kuda yang dibawa agar, tidak ada orang lain yang memotongnya selama tunu sulua berlangsung.

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, @ Nur_Wahidah_Saleh

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Nurwahidah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved