Kapolda Sulsel: People Power Adalah Tindakan Makar

Hal tersebut diungkapkan Irjen Hamidin, saat memimpin apel kesiapan gabungan TNI Polri, di lapangan Mapolda Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (20/5/2019)

Kapolda Sulsel: People Power Adalah Tindakan Makar
darul/tribuntimur.com
Kapolda Sulsel Pimpin Apel Upacara Kesiapan pengawalan "People Power" di halaman depan gedung utama Mapolda Sulsel, Kota Makassar. ( 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapolda Sulsel Irjen Hamidin menilai aksi People Power adalah tindakan makar, karena mau menumbangkan pemerintah yang sah.

Hal tersebut diungkapkan Irjen Hamidin, saat memimpin apel kesiapan gabungan TNI Polri, di lapangan Mapolda Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (20/5/2019) siang.

Hidup Seorang Diri, Tuan Talib Dapat Bantuan dari Baznas Bone

Link Live Streaming PSM vs Semen Padang, Ketua PN Malili Prediksi PSM Menang 2-0

"Ini (People Power) akan membuat suatu keadaan di masyarakat berpotensi sebuah kontigensi, apabila tetap dijalankan maka dianggap sebagai Makar," tegas Hamidin.

Hamidin menegaskan aksi People Power adalah Makar, karena mengerahkan massa secara besar-besaran untuk tumbangkan pemerintah yang sah, adalah pelanggaran.

Untuk menghadapi massa dari gerakan People Power tersebut di Sulsel. Kapolda Hamidin meminta ke TNI dan Polri agar tetap solid dan juga siap fisik dan mental.

"Saya minta agar personel TNI dan Polri siapkan fisik dan mental, agar memberikan layanan prima agar terwujudnya rasa aman dan nyaman di masyarakat," jelas Hamidin.

Untuk menguatkan solidaritas TNI dan Polri, Hamidin mengingatkan agar bertindak di selalu mengingat pepata Bugis-Makassar, Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebi.

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Upacara Kesiapan pengawalan
Kapolda Sulsel Pimpin Apel Upacara Kesiapan pengawalan "People Power" di halaman depan gedung utama Mapolda Sulsel, Kota Makassar. ( (darul/tribuntimur.com)

Hamidin berharap TNI dan Polri agar tetap solid saat bertugas, karena dua institusi ini yang menjadi tulang punggung Indonesia. Daam hal keamanan dan pertahanan.

Selain itu, ratusan personel TNI dan Polri yang disiapkan untuk pengamanan pada 22 Mei nanti di wilayah Sulsel. Agar selalu menggali info mengarah ke kontigensi.

"Hal ini harus cepat diantisipasi, semua personel yang bertugas agar menggali info yang berkembang, agar info tersebut tidak berkembang jadi nyata," tambahnya. (*)

 Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Syamsul Bahri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved