VIDEO:Kondisi RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto, Masih Sepi Dari Pasien

Hal itu diungkapkan Humas rumah sakit Fajrin Amin saat ditemui TribunJeneponto.com, Minggu (19/5/2019) sore.

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Dg Pasewang Jl Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Jeneponto belum terima pasien rawat inap.

Hal itu diungkapkan Humas rumah sakit Fajrin Amin saat ditemui TribunJeneponto.com, Minggu (19/5/2019) sore.

TRIBUNWIKI: Heboh Foto Pakai Baju Pengantin Bareng Ayu Tinting, Ini Profil Ivan Gunawan

Selamat! 4 Anggota DPD RI Terpilih Dapil Sulsel 2019-2024, Andi Ihsan, Lily Amelia, Tamsil & Ajiep

"Pelayanan masih sama seperti hari sebelumnya sudah hampir dua minggu," kata Fajrin.

"Pelayanan masih maksimalkan di ruang gawat darurat terus yang bagian perawatan itu untuk tindak lanjut pasien yang dinyatakan butuh perawatan lebih lanjut untuk sementara masih tidak ada. Karena masih ada keterbatasan obat juga obat kita ini kan bertahap datangnya," jelasnya.

Fajrin menambahkan tidak adanya pasien di rawat inap karena dokter yang ada di rumah sakit Lanto masih belum membuka pelayanan jika obat belum maksimal.

"Ada yang disampaikan oleh dokter spesialis bahwasanya dia mau melayani apabila persediaan obat itu minimal tersedia untuk tiga bulan ke depan," sambungnya.

"Sementara obat kita yang datang ini bertahap dan mungkin kalau kita hitung- hitung baru cukup sampai satu bulan kedepan," tuturnya

Fajrin menjelaskan saat ini pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan maka direkomendasikan untuk kerumah sakit lain.

Sebelumnya Plt direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Dg Pasewang drg Bustamin mengatakan persoalan obat, saat ini telah dilakukan proses pengiriman ke rumah sakit Lanto dari para rekanan.

Gedung IGD RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto
Gedung IGD RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto (Ikbal/Tribun Jeneponto)

Gedung IGD RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto (Ikbal/Tribun Jeneponto)
Sementara buat pasien yang membutuhkan pelayanan medis yang tidak mampu dilayani rumah sakit Lanto maka akan dirujuk.

"Tergantung dari tingkat keparahan, karena kan di rumah sakit mana pun pasti kalau dia tidak mampu melayani pasti akan dirujuk kerumah sakit, yang memiliki standar lebih bagus," kata drg Bustamin.

Pantauan TribunJeneponto.com, rumah sakit terbesar di Butta Turatea ini hanya nampak tiga pasien yang berada diruang observasi.

Sementara diruang lainnya masih kosong khusus di ruang perawatan juga masih belum ada pasien sementara para perawat yang ada dirumah sakit masih tetap bekerja. (TribunJeneponto.com)

Ingat Subscribe Youtube Tribun Timur untuk berita video terbaru

Follow IG Tribun Timur untuk informasi terkini

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Syamsul Bahri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved