Pusat Pelatihan Meditasi Arama Maha Buddha Bagikan 1000 'Pappabuka'

Toleransi itu bukan hanya ditampilkan pada hari-hari tertentu saja, melainkan saat bulan suci Ramadhan pun kerap dijumpai.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Toleransi antar umat beragama menjadi salah satu yang kerap ditampilkan di Indonesia.

Toleransi itu bukan hanya ditampilkan pada hari-hari tertentu saja, melainkan saat bulan suci Ramadhan pun kerap dijumpai.

Gegara Menturini Sarungallo Tewas, Warga Kesu Datangi Polres Tana Toraja

Jack Miller Siap Saingi Marc Marquez dalam Perebutkan Podium MotoGP Prancis 2019, Ini Alasannya

Salah satunya yang dilakukan umat Buddha di Makassar melalui Pusat Pelatihan Meditasi Arama Maha Buddha.

Mereka membagikan menu buka puasa secara cuma-cuma di depan wihara pusat pelatihan Meditasi Arama Maha Buddha, Jl Tanjung Bunga, Minggu (19/5/2019).

Kepala Vihara Pusat Pelatihan Meditasi Arama Maha Buddha, Bhante Bhadramitra mengatakan, pihaknya membagikan 1000 paket menu buka puasa untuk warga yang melintas di depan wihara.

"Hari ini ada 1000 yang akan dibagikan. Jadi kegiatan ini kita laksanakan setiap hari Minggu di bulan Ramadhan. Minggu sebelumnya kita juga sudah melaksanakannya," imbaunya.

Pembagian menu buka puasa ini, dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahim antar umat beragama.

Apalagi, kesempatan ini diakuinya penuh hikmat lantaran bertepatan dengan hari raya Waisak yang jatuh pada hari ini.

"Sehingga diharapkan toleransi kita di Indonesia terus berbagi kebahagiaan, salah satunya yang menjalani ibadah puasa," jelasnya.

Ada berbagai macam makanan yang dibagikan, salah satunya yakni, panganan khas Makassar seperti Jalang Kote, dan beberapa makanan lain.

Pembicara dan pengurus Masika ICMI Sulsel pada Diskusi Publik di RM Ayam Penyet, Jl Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (18/5/2019).
Pembicara dan pengurus Masika ICMI Sulsel pada Diskusi Publik di RM Ayam Penyet, Jl Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (18/5/2019). (handover)

"Minggu lalu ada bubur kacang Iio. Kalau sekarang ada Jalang Kote, es cendol, kue lapis Surabaya, dan beberapa item lainnya," pungkas Bhante Bhadramitra

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Ingat Subscribe Youtube Tribun Timur untuk berita video terbaru

Follow IG Tribun Timur untuk informasi terkini

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved