Pendukung Imran Tenri Tata Yakin Suaranya Dikurangi

Ia kecewa lantaran tidak diberikan kesempatan melakukan protes saat rapat pleno rekapitulasi suara ulang di Hotel Harper, Jl Perintis Kemerdekaan.

Pendukung Imran Tenri Tata Yakin Suaranya Dikurangi
Abd Azis/Tribun Timur
Pelapor, Rahmat Anzhari (tengah depan) protes tidak diberikan ruang dalam proses penelusuran kecurangan dalam Plano Rekapitulasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pendukung Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bernama Imran Tenri Tata Yakin mengaku kecewa kepada pihak KPU. 

Ia kecewa lantaran tidak diberikan kesempatan melakukan protes saat rapat pleno rekapitulasi suara ulang di Hotel Harper, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Sabtu (18/5/2018).

Dalam kesempatan itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan perhitungan ulang terhadap 108 tempat pemungutan suara (TPS).

Miris! Jenazah di Riau Diangkut dengan Motor karena Hal Ini

FOTO: Isyef Ramadhan Khatam Fest 2019 Hadirkan MenPAN-RB RI

Khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel, meliputi Kacamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya.

Hitung ulang digelar pasca Bawaslu Sulsel memerintahkan KPU Makassar melakukan penelusuran dengan cara membuka kotak dan memeriksa DAA-1 plano.

Dari hasil hitung ulang, suara Rahman Pina (RP) dan Imran Tenri Tata Amin Syam ternyata berubah seperti dalam putusan Bawaslu Sulsel terkait dugaan pengurangan dan penggelembungan suara.

Pelapor, Rahmat Anzhari (tengah depan) protes tidak diberikan ruang dalam proses penelusuran kecurangan dalam Plano Rekapitulasi.
Pelapor, Rahmat Anzhari (tengah depan) protes tidak diberikan ruang dalam proses penelusuran kecurangan dalam Plano Rekapitulasi. (Abd Azis/Tribun Timur)

Meski demikian, pergeseran suara tersebut tak signifikan mempengaruhi komposisi perolehan kursi Golkar di Dapil II.

Pada hitung suara lalu, suara RP sebanyak 15.128 suara. Setelah hitung ulang, tinggal 15.115 suara atau ada penambahan 13 suara. Itu artinya pascahitung ulang, suara RP berkurang 13 suara.

Sedangkan Imran Tenri Tata, sebelumnya mendapat 14.840 suara pada rekapitulasi pertama. Dan setelah dilakukan rekapitulasi ulang, suaranya justru naik menjadi 14.844 suara dari sebelumnya 14.840 suara. Artinya suara Imran bertambah empat pascasinkronisasi C1 Plano.

"Padahal sejatinya dalam persidangan cepat KPU sudah dinyatakan bersalah oleh Bawaslu," kata pelapor dari tim Imran, Rahmat Anzhari, Sabtu (18/5/2019) malam.

Baca: Liga Spanyol Berakhir - 4 Klub Pastikan ke Liga Champions, Ini Klub Terakhir Lolos! Griezmann Diolok

Baca: Preview PSM vs Semen Padang - Tanpa 3 Pilar, Tamu Percaya Diri! Irsyad: Tak Ada yang Istimewa di PSM

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved