Mayat Ditemukan Mengapung di Saluran Air Bulu-bulu Takalar Diduga Dibunuh

Rumah duka berada di Dusun Anging Mammiri, Desa Lassang Barat, Kecamatan Polut, Kabupaten Takalar.

Mayat Ditemukan Mengapung di Saluran Air Bulu-bulu Takalar Diduga Dibunuh
darullah/tribuntakalar.com
Situasi saat ditemukannya Mayat Terapung di saluran air Bulu-bulu, Lingkungan Lembang, Kelurahan Mattompodalle, Kecamatan Polut, Takalar, pada Rabu yang lalu. Minggu (19/5/2019). 

TRIBUNTAKALAR.COM, POLUT - Peristiwa penemuan mayat atas nama Sama' Dg Rapi (38) di saluran air Bulu-bulu, Lingkungan Lembang, Kelurahan Mattompodalle, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, menimbulkan kecurigaan pihak keluarga korban.

Sehingga pihak keluarga meminta untuk dilakukan otopsi dengan alasan ada dugaan lain dibalik meninggalnya korban.

"Ada luka di leher bagian belakang korban sepanjang lima centimeter dengan kedalaman dua centimeter," ungkap kakak kandung korban, Dg Laiha (41), kepada TribunTakalar.com saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/5/2019) siang.

Rumah duka berada di Dusun Anging Mammiri, Desa Lassang Barat, Kecamatan Polut, Kabupaten Takalar.

Daeng Laiha menceritakan, pada saat melihat luka di belakang leher adiknya di Rumah Sakit Padjonga Daeng Ngalle, ia sudah menduga ada indikasi lain dibalik peristiwa meninggalnya Daeng Rapi.

"Sebenarnya bukan hanya saya saja yang minta untuk diotopsi, kepolisian juga meminta untuk lakukan hal itu," ujarnya.

"Kami sempat menolak untuk diotopsi dan membawa pulang jenazah korban, tapi jenazah dijemput kembali pada malam itu oleh polisi juga untuk dilakukan otopsi," ungkapnya.

"Kami dari pihak keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses kasus ini kepada pihak kepolisian. Kalaupun itu murni dari hasil kecelakaan kami ikhlas menerimanya. Tetapi kalau memang ada indikasi pembunuhan, kami mohon agar kasus ini di selesaikan secara hukum yang berlaku," harapnya kepada TribunTakalar.com

Kapolsek Polut, AKP Hermansyah membenarkan bahwa jenazah korban yang ditemukan terapung di saluran air sudah diotopsi.

"Diotopsi pada malam itu juga, tapi kami belum menerima hasilnya dari laboratoriumforensik," jelas AKP Hermansyah.

"Nanti dari hasil otopsi baru kami bisa mengambil kesimpulan, apakah ada indikasi pembunuhan atau memang kecelakaan," tutupnya.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Darullah, @uul_darullah.

Penulis: Darullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved