Kejati Ambil Alih Penanganan Kasus Korupsi RSUD Lanto Jeneponto

Sebelumnya kasus itu ditagani oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto dan kini memasuki dalam tahap proses penyidikan.

Kejati Ambil Alih Penanganan Kasus Korupsi RSUD Lanto Jeneponto
hasan/tribun-timur.com
Kepala Kejati Sulselbar Tarmizi memberikan keterangan pers kepada awak media di halaman Kejati usai salat Jumat, 17 Mei 2019. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulselbar mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi uang makan dan minum pasien dan petugas jaga malam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto,  anggaran 2016/2017.

Sebelumnya kasus itu ditagani oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto dan kini memasuki dalam tahap proses penyidikan.

Menurut Kepala Kejati Sulselbar, Tarmizi, dia terpaksa mengambil alih penanganan kasus ini lantaran kejaksaan setempat dinilai  memliki keterbasan jumlah SDM.

Pasalnya, Kejari Jeneponto juga tengah  menangani kasus di rumah sakit yang sama, yakni  di RSUD Lanto Daeng Pasewang.

Tim Bidang Pidana Khusus Kejati Sulsel nantinya khusus menyelidiki kasus untuk tahun anggaran 2016-2017.

Sementara tim Kejaksaan Negeri Jeneponto (Kejari Jeneponto) tetap fokus menyelidiki dugaan korupsi penggunaan anggaran tahun anggaran 2013-2014.

"Jadi masyarakat Jeneponto jangan berprasangka seakan Kejari Jeneponto tidak mampu, tetapi kita ingin mempercepat. Kalau dua duanya ditangani akan kewalahan,"sebutnya.

"Tetapi  nanti tetap tim terpadu yang terdiri dari tim dari Kejati Sulsel dan Kejari Jeneponto sudah menyelidiki kasus ini," tuturnya.

Tarmizi mengaku dalam kasus ini sudah ada beberapa saksi telah diperiksa atau dimintai keterangan. Hanya saja, mantan Kejati Aceh ini belum membeberkan nama nama saksi tersebut.

Sekedar diketahui kasus imi ditangani kejaksaan ini sudah berlangsung lama. Bahkan, Kejaksaan Jeneponto sudah beberapa kali melakukan penggeledahaan terhadap Rumah Sakit  yang terletak di Jalan Lingkar, Kelurahan Empoan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Berdasarkan informasi diperoleh Tribun, penggeledahaan pertama pada Rabu 5 Desember 2018 tahun lalu.

Terakhir, Kejaksaan  menggeledah beberapa ruangan rumah sakit sejak Kamis  16 Mei 2019, yaitu ruangan kasubag umum dan kepegawaian serta ruangan bendahara umum RSUD Lanto Dg Pasewang Kaharuddin.

Pengusutan kasus ini diindikasi ada penyimpangan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Badan pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2013.

Dalam temuanya ada penyimpangan tentang penyediaan dana operasional rapat-rapat kantor atau belanja makan, minum pasien dan petugas jaga malam pada RSUD Jeneponto sebesar Rp800  juta lebih. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved