Ini Alasan RSUD Lanto Jeneponto Belum Terima Pasien Rawat Inap

Sehingga saat ini rumah sakit terbesar di kabupaten Jeneponto hanya melayani pasien yang sifatnya emergency di IGD.

Ini Alasan RSUD Lanto Jeneponto Belum Terima Pasien Rawat Inap
ikbal/tribunjeneponto.com
Salah seorang pasien di ruang observasi mendapatkan perawatan di RSUD Lanto Dg Pasewang, Minggu (19/5/2019). 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Hingga hari ke-12 pasca kekosongan obat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Dg Pasewang Jeneponto belum membuka pelayanan rawat inap.

Hal itu disebabkan obat yang masuk belum mencukupi untuk digunakan hingga tiga bulan kedepan.

Humas RSUD Lanto Dg Pasewang Fajrin mengatakan jika ketersediaan obat belum cukup, maka para dokter spesialis belum bisa melakukan pelayanan.

Sehingga saat ini rumah sakit terbesar di kabupaten Jeneponto hanya melayani pasien yang sifatnya emergency di IGD.

"Jika ada pasien yang sifatnya emergency tetep kita terima itu pun dengan pelayanan yang dimaksimalkan sesuai dengan kemampuan kita," kata Fajrin keTribunJeneponto.com, Minggu (19/5/2019) sore.

Fajrin menambahkan jika ada penyampaian komite medik untuk membuka pelayanan jika ketersediaan obat bisa memenuhi hingga tiga bulan kedepan.

"Ada yang disampaikan oleh dokter spesialis bahwasanya mereka mau melayani pasien apabila persediaan obat itu minimal tersedia untuk tiga bulan ke depan," sambungnya.

"Sementara obat kita yang datang ini bertahap dan mungkin kalau kita hitung - hitung baru cukup sampai satu bulan," tandasnya.

Menurut Humas RSUD Lanto, jika ketersediaan obat belum memenuhi lalu dibuka pelayanan rawat inap yang dampaknya kepasien sendiri yang akan membeli obat diluar.

"Kesepakatannya belum mau melayani jika obat belum cukup, karena kan dampaknya juga kepada masyarakat, jika kita berjalan setengah-setengah ujungnya pasien yang kita susakan," tuturnya.

Akibat stok obat kosong, pelayanan rumah sakit Lanto ini masih belum pulih 100 persen.

Direktur lama dr Iswan Sanabi juga bendahara rumah sakit ikut diberhentikan dari jabatannya.

Sementara pengganti dr Iswan yakni drg Bistamin yang menjabat sebagai pelaksana tugas. (TribunJeneponto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved