Sepuluh SMP Baru di Makassar Siap Terima Siswa Tahun Ajaran 2019-2020

Rahman Bando menjelaskan, karena masih baru, sepuluh SMP tersebut menerima siswa dengan jumlah kelas terbatas

Sepuluh SMP Baru di Makassar Siap Terima Siswa Tahun Ajaran 2019-2020
fahrisal/tribuntimur.com
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Kota Makassar memastikan sepuluh SMP Negeri baru di Kota Makassar, akan siap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2019-2020.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Danny Pomanto, meresmikan pembentukan 10 SMP Negeri baru pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2019 lalu.

Sepuluh SMP baru itu adalah hasil regrouping atau penggabungan beberapa SD negeri di Makassar.

Adapun 10 SMP baru tersebut, yakni SMPN 46 Makassar (Jl Gunung Latimojong), SMPN 47 Makassar (Jl Maccini Sawah), SMPN 48 Makassar (Jl Hertasning Blok E 4/1), SMPN 49 Makassar (Jl Syekh Yusuf), SMPN 50 Makassar (Jl Muhammadiyah), SMPN 51 Makassar (Jl Tamangapa V).

Selanjutnya, SMPN 52 Makassar (Jl Urip Sumiharjo), SMPN 53 Makassar (Jl Samiun), SMPN 54 Makassar (Jl Saharaeng Daeng Sese), dan SMPN 55 Makassar (Jl A Paturungi).

"Insyaallah kita sudah menerima pada tahun anajaran baru nanti," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando, Jumat (17/5/2019).

Rahman Bando menjelaskan, karena masih baru, sepuluh SMP tersebut menerima siswa dengan jumlah kelas terbatas, karena belum adanya ruang kelas yang mencukupi.

"Nanti ada yang terima tiga kelas, ada lima, ada empat, belum bisa langsung banyak. Kita mulai dari jumlah ruang kelas tersedia, kan yang tersedia ada enam kelas. Nah enam ini, untuk awal menerima tiga kelas saja yang bisa diisi, karena persiapan untuk mereka naik kelas II tahun depan," ungkapnya.

Menurutnya, untuk penambahan ruang kelas, baru dapat dilakukan paling cepat tahun 2020 mendatang, menunggu pembahasan di APBDP Kota Makassar.

"Sebab kita baru bisa membangun tambahan ruang kelas itu tahun depan, nanti di pembahasan anggaran pokok 2020. Kalau dibangun 2020, dipakainya paling cepat 2021. Kita sudah harus mampu menyediakan ruangan persiapan kelas 2 bagi yang kelas 1 tahun ini," jelasnya.

Sementara untuk guru, lanjut Rahman, saat ini Bidang Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Makassar masih membahas formatnya.

"Tenaga pendidiknya sedang disusun formatnya oleh bidang GTK. Tapi tenaga pendidik kan baru dipakai Juli, masih ada dua bulan menyusun tenaga pendidiknya. Ini sementara kita susun, apalagi kepala sekolah sudah ada," terangnya.

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, untuk tingkat SMP, Rahman menjelaskan, pedomannya telah ada dimana penerimaan siswa di satu sekolah persentase diatur melalui sistem zonasi, prestasi, dan pindah domisili.

"Pertama kita lihat KK dan akta kelahiran, kan alumni SD belum punya ijazah untuk penerimaan. Maka pedoman kita KK dan akta kelahiran. Lama domisili minimal satu tahun dalam zonanya, tahun lalu enam bulan," ungkapnya.

"Selain itu, kita tak lagi berpedoman pasa nilai ujian dan semester di SD tapi full zonasi domisili, kemudian prestasi dan jalur perpindahan domisili orang tua. Nanti akan ada pembobotan dari prestasinya, misalnya ada yang datang dengan empat prestasi, lima, nanti kita bobot," pungkasnya. (tribun-timur.com)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved