PMII Mamuju Deklarasi Tolak People Power

Deklarasi yang dirangkaikan buka puasa bersama digelar di gedung PKK Mamuju, Jl A.P Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

PMII Mamuju Deklarasi Tolak People Power
Handrover
PMII deklarasi tolak gerakan politik yang mengatasnamakan kekuatan rakyat di gedung PKK Mamuju 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar deklarasi penolakan People Power pada 22 Mei 2019, Sabtu (18/5/2019).

Deklarasi yang dirangkaikan buka puasa bersama digelar di gedung PKK Mamuju, Jl A.P Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

Produk Perawatan Tubuh Turun Harga di MaRI Makassar

ACT Sulsel Berhasil Kumpulkan Donasi Sekitar 500 Juta di Konser Kemanusiaan

Deklarasi tersebut ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua PMII Cabang Mamuju Rusdi Nurhadi dan penandatanganan petisi oleh sejumlah tamu yang diundang.

Ketua PMII Cabang Mamuju Rusdi mengatakan, kegiatan tersebut bentuk ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk mengutamakan persatuan dan tidak mau dipecah kepentingan politik yang mengatasnamakan kekuatan rakyat.

"Dalam mengisi bulan Ramadan ini, tentu PMII Mamuju mengajak kepada semua untuk tetap memperkuat iman dan konsentrasi dalam beribadah,"kata Rusdi kepada Tribun-Timur.com.

Berkaitan dengan deklarasi, kata dia, sebagai kaum intelektual, kontrol sosial masyarakat bangsa dan negara, telah membaca kondisi bangsa saat ini, yang dirongrong oleh gerakan yang mengatasnamakan kekuatan rakyat.

"Itu mengarah pada pelemahan dan membangun ketidak percayaan publik kepada penyelenggara pemilu dan pihak kemananan,"ujarnya.

PMII deklarasi tolak gerakan politik yang mengatasnamakan kekuatan rakyat di gedung PKK Mamuju
PMII deklarasi tolak gerakan politik yang mengatasnamakan kekuatan rakyat di gedung PKK Mamuju (Handrover)

Dikatakan, sebagai organisasi yang memiliki sertfikat sebagai pemantau pemilu dari Bawaslu RI, PMII menilai proses perhelatan demokrasi 17 April lalu, telah berjalan aman dan lancar.

"Sehingga kami anggap gerakan yang dinamakan People Power ini tidak dibutuhkan, karena bisa menganggu stabilitas negara dan mengancam persatuan dalam berbangsa dan bernegara, sehingga kami (PMII) mengajak masyarakat mengutamakan persatuan,"tuturnya.

Kata Rusdi, adapun yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut, yakni sejumlah OKP yang tergabung dalam kelompok cipayun, para pelajar di Kabupaten Mamuju.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved