Citizen Reporter

Hari Buku, Dema Saintek UIN Alauddin Launching Buku Negeri ½’

Dewan Mahasiswa Fakultas SAINTEK telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Bincang literasi dan Launching Buku “Negeri ½”.

Hari Buku, Dema Saintek UIN Alauddin Launching Buku Negeri ½’
citizen reporter
Dewan Mahasiswa Fakultas SAINTEK UIN Alauddin menyelenggarakan Bincang literasi dan Launching Buku “Negeri ½”, Jumat (17/5/2019) 

Citizen Reporter, Ika Rini Puspita Penulis buku ‘Negeri ½’ dan mahasiswi jurusan Biologi Fakultas Saintek UINAM

Dewan Mahasiswa Fakultas SAINTEK UIN Alauddin menyelenggarakan kegiatan Bincang literasi dan Launching Buku “Negeri ½”.

Bertepatan dengan hari buku Nasional Jum’at 17 Mei 2019 di LT. Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK) UIN Alauddin Makassar.

Dengan menghadirkan pemateri dari  mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Ingris Fakultas Adab dan Humaniora Askar Nur Duta Literasi UIN Alauddin Makassar, dan Ika Rini Puspita dari Jurusan Biologi Fakultas SAINTEK (Penulis buku “Negeri ½”dan Penerima Anugerah Literasi UIN Alauddin Makassar).

Acara yang dihadiri dari berbagai macam fakultas dan Jurusan yang ada di UINAM. Adapun tema yang diangkat adalah “menjadikan Literasi sebagai semangat Perjuangan”.

Dengan tujuan  sebagaimana yang dikatakan oleh ketua Dema SAINTEK Rahmat Gazali semoga acara positif ini, budaya literasi masyarakat SAINTEK bisa lebih meluas.

Dalam artian sebenarnya mahasiswa punya daya kritis namun karena tidak mampu tersampaikan, dengan menulis salah satu cara untuk menyampaikan keresahan.

Adapun harapan penulis yang merupakan salah satu pematei dan penulis buku “Negeri ½”.

Setelah kegiatan ini sekiranya mahasiswa bisa menjadi pelopor literasi.

Kesibukan perkuliahan (asistensi, praktikum, kerja laporan dan skripsi) sekiranya bukan menjadi alasan untuk kita bersikap kritis melawan tirani (kapitalisme, ketidakadilan dan keserakahan) serta mencari solusi menyeluruh dari setiap permasalahan yang ada.

Sangat Penting mahasiswa cinta literasi karena ia adalah agen of change, social control dan iron stock.

Tapi, bagaimana bisa menjadi agen seperti di atas jika ia tidak cinta dengan literasi? Bukanka seseorang akan bangkit jika mengetahui fakta lalu membenturkannya dengan fakta lain maka muncullah solusi?

Mengutip perkataan dari  pemateri Askar Nur ia berharap setelah kegiatan ini bagaimana merekontruksi gerakan mahasiswa yang berbasis riset serta menjadikan literasi sebagai lokomotif perjuangan.

Serta membangkitkan kesadaran kritis mahasiswa melihat kebijakan kampus maupun permasalahan lainnya.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved