Gegara Caleg Golkar, KPU Sulsel Perpanjang Rekap Suara Hasil Pemilu 2019

Diketahui, rekap perolehan suara Pileg dan Pilpres tingkat provinsi di Sulawesi Selatan dimulai 22 April-12 Mei kemarin.

Gegara Caleg Golkar, KPU Sulsel Perpanjang Rekap Suara Hasil Pemilu 2019
abd azis/tribuntimur.com
Koordinator Divisi Umum, Rumah Tangga, dan Organisasi KPU Sulsel, Asram Jaya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel memperpanjang masa rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 hingga Sabtu (18/5) besok.

Diketahui, rekap perolehan suara Pileg dan Pilpres tingkat provinsi di Sulawesi Selatan dimulai 22 April-12 Mei kemarin.

Namun hingga malam ini, Jumat (17/5), rekapitulasi masih berlangsung di Hotel Harper, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.

"Jadi begini, semuanya sudah selesai rekapnya dan terakhir Dapil I Sulsel. Karena ada rekomendasi dari Bawaslu Sulsel untuk dilakukan hitung ulang beberapa TPS di Dapil II Sulsel, maka diperpanjang waktunya sampai besok," kata Koordinator Divisi Umum, Rumah Tangga, dan Organisasi KPU Sulsel, Asram Jaya, Jumat (13/5/2019) malam.

 Siapkan 14 Armada Angkut Pemudik, Pelni Makassar Prediksi Penumpang Naik 6%

TRIBUNWIKI - Ini 15 Nama Tokoh yang Meninggal Saat Ramadan, dari Selebritis, Model, hingga Pejabat

Asram menambahkan, hitung ulang digelar setelah Bawaslu Sulsel memerintahkan KPU Makassar melakukan penelusuran data dengan cara membuka kembali kotak dan memeriksa DAA-1 plano.

"Yang dibuka kotaknya baru beberapa TPS di Dapil II. Baru Kecamatan Biringkanaya, nanti akan dibuka kecamatan lainnya," kata Asram.

Sebelumnya, muncul kisruh perolehan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di Dapil II Sulawesi Selatan atau Makassar B diduga terjadi kecurangan.

Sulsel II melipitu Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, dan Panakkukang.

Suara petahana calon anggota DPRD Sulsel Andi Imran Tenri Tata Amin Syam dikurangi.

Sementara lawannya di internal caleg partai Golkar Sulsel di Dapil II Sulsel, Rahman Pina diduga digelembungkan oleh penyelenggara pemilu.

Imran Tenri Tata Vs Rahman Pina, Ini Kata Bawaslu Sulsel

Pihak Imran mengaku ada dugaan pengelembungan suara. Dia melaporkan ke Partai Golkar. Kemudian saksi partai Golkar dalam rekap KPU provinsi meminta klarifikasi dan pencocokan data.

Bawaslu dengan cepat melakukan sidang penanganan sengketa, tetapi saat sidang pihak Partai Golkar tidak dilibatkan dalam sidang itu sampai keluar putusan Bawaslu.(zis)

Laporan Wartawan tribuntimur.com/ Abdul Azis Alimuddin

Kejari Jeneponto Bawa Satu Koper Dokumen Saat Geledah RSUD Lanto Dg Pasewang

Ke mana uang Abutours yang Rp 1.6 miliar?

Penulis: Abdul Azis
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved