Alumni IMMIM (IAPIM) 2007 Gelar Pesantren Kilat di SMAN 1 Parepare

Bagi mereka, ini adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan, sebagaimana diakui oleh Meilani Wulandari, Ketua Osis SMA Favorit ini.

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Syamsul Bahri
Handrover
Pembukaan Pesantren Kilat yang dilaksanakan Alumni IMMIM di SMAN 1 Parepare, Sabtu (18/5/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tidak ingin melewatkan momen Ramadhan 1440 H, Alumni Pesantren IMMIM tahun 2007 kembali menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat di SMAN 1 Kota Parepare.

Kali ini mengangkat tema, "Menjadi Melinial Religius" yang bertujuan agar dapat nanamkan dasar-dasar pengetahuan keagamaan ditengah hiruk-pikuk politisasi isu agama.

Susunan Pemain PSM Makassar vs Semen Padang, Ulangi Kemenangan Piala AFC, Gengsi Darije Kalezic

TRIBUNWIKI: Dee Lestari Penulis Terfavorit di Twitter, Yuk Simak Profil dan Perjalanan Kariernya

"Belakangan ini ada kecenderungan generasi melinial belajar agama dengan cara Instan lewat media sosial. Akibatnya, hoax pun tak terhindarkan. Sementara agama semakin dangkal maknya", ungkap Ketua Panitia Pesantren Kilat, Ahmad Kurniawan Razzaq, Sabtu (18/5)/2019).

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh sekitar 220-an para siswa siswa SMAN 1 Parepare.

Bagi mereka, ini adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan, sebagaimana diakui oleh Meilani Wulandari, Ketua Osis SMA Favorit ini.

"Kami sangat sedikit belajar agama di sekolah, sehingga kegiatan ini sangat bermakna bagi kami. Kami dapat belajar agama (Islam) dari orang yg lebih paham, Alumni Pesantren," jelasnya.

Dalam kurikulum pesantren kilat ini, panitia menawarkan 6 pelajaran: Aqidah dan Ahklak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqih, Alquran-Tajdwid, Bahasa Arab, dan Mahfudzat.

Pembukaan Pesantren Kilat yang dilaksanakan Alumni IMMIM di SMAN 1 Parepare, Sabtu (18/5/2019)
Pembukaan Pesantren Kilat yang dilaksanakan Alumni IMMIM di SMAN 1 Parepare, Sabtu (18/5/2019) (Handrover)

Safari Ramadhan ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Parepare, Pangerang Rahim pada Sabtu pagi (18/05/2018).

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dan berterima kasih setinggi-tingginya kepada panitia di kota santri ini.

"Program safari ramadhan sangat penting bagi siwa di era globalisasi ini. Karena pelajaran agama dapat menjadi filter dan balancing ditengah luapan informasi internet. Antara yg hoax dan yg benar semakin tipis jaraknya", ungkapnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved