Gegara "People Power", Pegawai Honorer Pemprov Sulsel Diciduk Tim Cyber Crime Polda Sulsel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengaku, oknum pegawai tersebut diamankan karena diduga sudah menyebarkan ujaran kebencian di Sosmed

Gegara
Darul/Tribun Timur
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat rilis kasus ujaran kebencian di Sosmed Facebook, ajakan People Power. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang Pegawai Honorer lingkup Pemprov Sulsel, inisial MA (29) dibekuk polisi terkait kampanye People Power.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengaku, oknum pegawai tersebut diamankan karena diduga sudah menyebarkan ujaran kebencian di Sosmed.

Komisioner KPU Selayar Milih Es Buah Saat Buka Puasa

Dikukuhkan Wali kota, Ini Nama Pengurus Dewan Pendidikan Palopo

"Ini jelas melanggar, karena pelaku melalui medsos menyebar ujaran kebencian," kata Dicky, saat rilis kasus itu di Mapolda Sulsel, Kota Makassar, Jumat (17/5/2019) siang.

Pelaku MA dibekuk anggota Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel di Jl Adiyaksa, Kompleks Kejaksaan, Panakkukang, Kota Makassar, Kamis (16/5) pukul 10.30 Wita.

Kata Dicky, MA menuliskan statusnya di facebook soal ketidakpercayaannya ke KPU, siap melaksanakan gerakan people power dan perkirakan korban 200 jiwa.

Status tersebut berhasil ditemukan Cyber Crime Polda, setelah pelaku mengunggah pada tanggal 15 Mei 2019 lalu, dalam akun yang bernama, Muh Aufar Afdillah Alham.

"Ini jelas-jelas melanggar pidana, tentunya ucapan dan statusnya di facebook sangat berbahaya karena menyebutkan gerakan itu mengorbankan 200 jiwa," jelas Dicky.

Saat MA ditangkap tim Cyber Polda yang melakukan patroli cyber, ia mengamankan barang bukti berupa handphone dan screenshoot status MA di media sosial akun Facebook.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani foto bersama peserta usai menutup rakor dan bimbingan penguatan SAKIP di Kantor KemenPAN-RB, Jakarta, Kamis (16/5/2019).
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani foto bersama peserta usai menutup rakor dan bimbingan penguatan SAKIP di Kantor KemenPAN-RB, Jakarta, Kamis (16/5/2019). (Humas Pemkab Lutra)

Pelaku MA dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman kurungan 6 tahun penjara. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Kejari Jeneponto Bawa Satu Koper Dokumen Saat Geledah RSUD Lanto Dg Pasewang

Ke mana uang Abutours yang Rp 1.6 miliar?

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved