Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hamsia, Penyintas Tsunami Palu yang Angkat Barang karena Huntaranya Disegel

Jika dalam tiga hari pemerintahan tidak segera membayarkan upah pengerjaan huntara. Kamis siang, Hamsia, sudah mengemas barang-barangnya untuk dibawa

Penulis: Muhakir | Editor: Imam Wahyudi
Muhakir Tamrin/tribunpalu.com
Hamsia mengemas barangnya 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Dengan menetaskan air mata, Hamsia (52), bercerita tentang apa yang dialami, Kamis (16/5/2019) siang.

Dia mengaku bingung harus bagaimana, setelah hunian sementara (huntara) yang ditempatinya di lingkungan huntara RT 2 Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, disegel.

Terlebih, pekerja yang menyegel mengancam akan membongkar paksa huntara.

Jika dalam tiga hari pemerintahan tidak segera membayarkan upah pengerjaan huntara.

Kamis siang, Hamsia, sudah mengemas barang-barangnya untuk dibawa ke tempat lain.

Tanpa dimasukkan ke dalam koper, pakaian Hamsia dibungkus selembar kain sarung.

Satu per satu barangnya diletakkan di teras.

"Kita tidak tahu harus bagaimana lagi, kalau dibongkar kami tinggal di mana, sementara rumah kami habis disapu tsunami," tutur Hamsia.

Bilik huntara milik Hamsia, satu di antara 12 bilik yang disegel oara pekerja konstruksi.

Di lingkungan huntara di RT 2  Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara itu, terdapat sebanyak 20 unit huntara yang terdiri atas 240 bilik.

Dari 20 unit huntara itu,  5 unit terdiri dari 60 bilik huntara belum dibayar upah kerjanya, termasuk bilik yang ditempati Hamsia. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved