Pemilu 2019

Dulu Berjaya, Golkar Kini Hanya Tiga Kursi di DPRD Gowa

KPU Gowa telah menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019.

Dulu Berjaya, Golkar Kini Hanya Tiga Kursi di DPRD Gowa
Dok Hoist Bachtiar
Ketua DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa (KPU Gowa) telah menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019.

Partai Golkar Kabupaten Gowa hanya meraih tiga kursi dalam pemilihan legislatif tahun ini. Golkar kehilangan enam kursi dibanding pemilu sebelumnya

Partai besutan Airlangga Hartarto ini yang dulunya berjaya pada Pemilu 2014 tak mampu mempertahankan dominasinya pada kontestasi kali ini.

Baca: Safari Ramadan di Manuju, Wabup Gowa Karaeng Kio Pulang Kampung

Baca: Eratkan Silaturahmi, PT Alfa Global Indonesia Buka Puasa Bersama di Samata Gowa

Baca: Pemkab Gowa Alokasikan Rp 20,9 Miliar Bangun Kecamatan Bungaya

Ketiga caleg yang lolos adalah Muh Yusuf Sommeng yang terpilih di Dapil 1, Baharuddin T yang terpilih di Dapil 4, serta Baharuddin di Dapil 7.

"Kita meraih tiga kursi," kata Ketua DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar kepada Tribun Timur, Kamis (16/5/2019).

Hoist Bachtiar mengatakan pihaknya semula telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengulang kembali kemenangan pada Pemilu sebelumnya. Salah satunya dengan kembali menerjunkan enam caleg petahana.

Akan tetapi, Hoist mengakui Partai Golkar kalah bersaing dengan parpol lain kali ini. Empat caleg petahana bahkan ikut tumbang.

"Ada beberapa yang tidak sesuai ekspektasi. Banyak yang gugur. Walaupun kami punya 6 incumbent bertarung kembali, tapi hanya dua (petahana) yang lolos," sambung Hoist.

Ia mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat Golkar kalah bersaing.

"Pertama kemampuan caleg sendiri yang lemah memperoleh suara walaupun perencanaan dan ekspretasinya besar. Namun kelihatannya strategi di lapangan yang menentukan," tandas Hoist.

Dengan raihan tiga kursi tersebut, Partai Golkar tidak membentuk fraksi sendiri di DPRD Gowa. Golkar mesti membangun koalisi untuk membentuk fraksi gabungan.

"Kita akan coba buka komunikasi dengan parpol yang juga tidak bisa bentuk fraksi, kita mencari kemungkinan buat fraksi gabungan," tandas Hoist.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved