Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TERBARU 5 Warga Singapura Cacar Monyet Monkeypox, Tetangganya Batam Lakukan Pencegahan Ini

TERBARU 5 Warga Singapura Cacar Monyet Monkeypox, Tetangganya Batam Lakukan Pencegahan Ini

HO
Ilustrasi cacar monyet 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Singapura menemukan warganya positif mengidap penyakit cacar monyet atau monkeypox pada 8 Mei 2019 lalu.

Dan hingga saat ini lima warga Singapura masuk dalam daftar orang-orang yang dikarantina, setelah melakukan kontak dengan pasien pertama Monkeypox di negara itu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura pada Selasa (14/5/2019).

Berdasarkan investigasi Depkes dan penelusuran sejauh ini, 23 orang telah diidentifikasi melakukan kontak dengan pasien, di mana lima diantaranya adalah penduduk Singapura.

Virus ini pun mengancam warga Indonesia yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Singapura, yakni di Batam, Kepualauan Riau.

Baca: TRIBUNWIKI: Monkeypox atau Cacar Monyet Landa Singapura, Berikut Penjelasan Penyakitnya

Baca: Kenali Gejala dan Penularan Cacar Monyet atau Monkeypox,Penyakit yang Kini Mengintai Warga Indonesia

Sejumlah fakta terungkap mulai dari bedanya dengan cacar air hingga virus cacar monyet mengancam Batam, Kep Riau, Indonesia.

Sebelumnya memberitakan, Pemerintah Singapura baru saja mengonfirmasi temuan kasus pertama infeksicacar monyet(monkeypox). 

Penyakit ini terbawa oleh warga negara Nigeria berusia 38 tahun yang datang pada 28 April lalu dan tebukti positif mengidap cacar pada 8 Mei.

Siaran pers yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan Singapura hari Kamis (9/5/2019) lalu menyebutkan, pasien tersebut kini sedang berada dalam kondisi stabil dan menempati ruang isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Dilansir dari Kompas.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau meminta Kantor Karantina dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) dan pihak Bandara

Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK), untuk memasang " Thermal Detection".

Hal itu dilakukan Dinkes Riau untuk mewaspadai masuknya virus cacar monyet yang sedang merebak di Singapura.

Dinkes mengimbau petugas untuk memeriksa suhu tubuh penumpang yang datang dari Singapura dan Batam.

Untuk sementara, hingga saat ini belum ada penumpang yang terdeteksi terjangkut virus tersebut.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. KKP Batam pasang 2 "Thermal Detecetion"

Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Batam memasang 2 thermal detection (pemindai suhu) di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Hal ini dilakukan untuk membantu Dinas Kesehatan Kota Batam dalam menimalisir masuknya virus cacar monyet yang sedang hangat dibicarakan di Singapura.

Menurut Koordinator Kantor KKP wilayah kerja Batam dr Tiara Sesialia, hingga saat ini, kondisi Batam masih terbilang aman dan nihil temuan.

"Jangan cemas, Batam aman dan nihil temuan," kata dr Tiara, melalui telepon, Senin (13/5/2019).

2. Deteksi suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius 

Gejala penyakit cacar monyet (monkeypox)(CDC) Dr Tiara menambahkan, dipasangnya alat itu di Pelabuban Ferry Internasional Batam Centre, karena di pelabuhan ini tidak memungkinkan petugas untuk memeriksan satu persatu penumpang yang masuk dan yang keluar.

"Dengan alat itu, mampu memindai suhu tubuh penumpang secara massal," ujar dr Tiara. Untuk suhu tubuh manusia normal memiliki ambang batas sampai 37,5 derajat celcius.

Maka, ketika seseorang memiliki suhu tubuh 38 derajat ke atas, alarm akan berbunyi. Suhu tubuh di atas 38 derajat celsius sebagai salah satu gejala seseorang sedang dalam kondisi sakit. Salah satunya termasuk indikasi terjangkit virus cacar monyet.

"Namun, seperti saya katakan tadi, sampai saat ini di Batam masih aman dan nihil temuan," tegas dia. 

3. Bandara dan pelabuhan diperketat, ini alasan Dinkes

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, menjelaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan kepala kantor kesehatan pelabuhan dan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, untuk mengawasi penumpang yang berasal dari Singapura dan Batam, Kepulauan Riau.

Alasannya, di dua titik itu banyak masyarakat Riau yang berpergian ke Singapura melalui Batam.

"Kita juga meminta dilakukan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan laut di Riau yang mempunyai alur masuk dari Batam," jelasnya.

Hal ini, sambung dia, dilakukan untuk tindakan pengendalian dan pencegahan terjadinya penularan penyebaran virus tersebut.

"Dinkes dan sarana pelayanan kesehatan di Riau akan tetap waspada dan melakukan pemantauan di masyarakat," ungkapnya.

4. Sebanyak 6 ruang isolasi di wilayah Batam telah disiapkan

Selain memasang thermal detection, Dinkes Batam juga telah menyiapkan 6 ruang isolasi bagi penumpang yang terindikasi terjangkit cacar monyet.

Ada 2 ruangan di RSUD Embung Fatimah dan 4 di RSBP Sekupang.

"Mudah-mudahan wabah ini tidak masuk ke Batam," kata Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi.

Pihaknya juga tetap bersiaga dan terus memeriksa setiap penumpang yang masuk melalui pelabuhan feri internasional.

Selain warga luar, warga Batam yang ingin berpergian atau masuk ke Batam dari Singapura dan Malaysia juga tetap diperiksa. 

5. Hingga saat ini belum ada laporan kasus monkeypox 

Menurut Didi, sampai saat ini belum ada temuan penumpang yang terkena cara monyet.

Namun demikian, pihaknya tetap bersiaga dan terus memeriksa setiap penumpang yang masuk melalui pelabuhan feri internasional. Didi menjelaskan, virus ini sebenarnya bukan berasal dari Singapura.

Virus cacar monyet ini awalnya menjangkiti salah satu warga Afrika yang berada di Singapura. Berdasar informasi yang diperolah, warga Afrika itu sudah dikarantina oleh otoritas kesehatan Singapura.

Sementara itu, Mimi Yuliana Nazir dalam keterangan tertulisnya menjelaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus monkeypox di Riau.

"Sampai sejauh ini belum ada informasi adanya kasus monkeypox di Riau, namun tetap waspada sehubungan adanya penerbangan langsung Singapura-Pekanbaru," katanya, Senin (13/5/2019). 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul

5 Fakta Cegah Cacar Monyet di Kepri: Bandara dan Pelabuhan Diperketat, 6 Ruang Isolasi Disiapkan

Simak fakta-fakta berita terkini tentang cacar monyet dirangkum Tribunenws.com dari berbagai sumber berikut ini.

1. Cacar monyet mengancam Batam

Dikutip dari Tribun Batam, virus cacar monyet di Singapura mengancam Batam.

Untuk diketahui, kota besar di Kepulauan Riau, Indonesia tersebut merupakan daerah terdekat berbatasan langsung dengan Singapura.

Bahkan tak sedikit warga asing maupun WNI melakukan aktivitas lintas daerah Singapura dan Batam.

Untuk itu, Dinkes Batam melakukan berbagai persiapan pencegahan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, bekerja sama dengan Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) untuk memasang thermal Detector khusus di pelabuhan International, untuk mendeteksi wisatawan atau warga luar negeri yang masuk ke Batam, membawa virus cacar monyet.

"Saat ini kita belum ada indikasi warga luar yang terinfeksi cacar monyet masuk ke Batam, namun kita sudah melakukan langkah awal dengan memasang thermal detector," kata Didi Kusmarjadi, Kadinkes Batam, Minggu (12/5/2019).

Dia mengatakan saat ini khusus warga Batam dan warga Singapura dan Malaysia yang keluar masuk dari pelabuhan internasional, dilakukan pemeriksaan.

2. Petugas medis disiagakan

Masih dari laman yang sama, petugas medis disiagakan di Batam untuk melakukan penanganan medis jika ada ditemukan wisatawan ataupun warga yang terindikasi cacar monyet.

"Kita juga sudah siapkan enam ruang isolasi, jika ada ditemukan warga yang terindikasi mengidap cacar monyet. Ruang isolasi kita siapkan dua di RSUD EF dan empat di RSBP Sekupang,"kata Didi.

Sampai saat ini untuk virus cacar monyet seperti yang viral di negeri seberang belum ada indikasi masuk ke Batam.

"Kita siap jika nanti ada indikasi, tim medis selalu stanbay untuk melakukan tindakan medis," kata Didi Kusmarjadi.

Otoritas kesehatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengingatkan warga Indonesia untuk tidak takut menyeberang ke Semananjung Malaya, meski di Singapura saat ini, sedang dihebohkan virus cacar monyet atau MonkeyPox.

 "Jangan takut ke Singapura, penderita monkeypox di Singpapura itu warga Afrika, dan sudah dikarantina," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudhayana kepada Tribun.

3. Beda dengan cacar air

Tak sedikit yang mengira cacar monyet sama dengan cacar air atau cacar biasa alias smallpox,

Dikutip dari TribunStyle.com, berikut perbedaannya.

- Cara Penularan

Cacar monyet paling sering ditularkan dari hewan ke manusia, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi dari manusia ke manusia.

Penularan penyakit cacar monyet bisa terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau luka terbuka pada kulit dan mukosa hewan.

Selain itu, konsumsi daging yang terinfeksi virus juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya penularan cacar monyet.

Sementara itu, cacar (smallpox) sangat mudah menular dari manusia ke manusia.

Media penularannya adalah melalui percikan air liur (droplets) atau kontak langsung dengan tubuh seseorang yang sudah terinfeksi.

 - Masa Inkubasi

Cacar monyet memiliki masa inkubasi selama 5–21 hari.

Sedangkan, masa inkubasi cacar (smallpox) berlangsung selama 7–19 hari.

Masa inkubasi adalah waktu sejak virus masuk ke dalam tubuh hingga menyebabkan timbulnya gejala awal dari penyakit.

- Gejala yang Timbul

Gejala cacar monyet tergolong mirip dengan cacar (smallpox), seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan timbul ruam di kulit.

Namun, pada kasus cacar monyet, gejala yang terjadi biasanya bersifat lebih ringan.

Gejala khas lain yang membedakan cacar monyet dengan cacar (smallpox) adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening, dimana gejala tersebut hanya terjadi pada cacar monyet.

Cacar air (Klikhealthy)

- Cara Pencegahan

Belum ada cara pencegahan yang spesifik untuk cacar monyet.

Pencegahan terfokus pada menghindari faktor-faktor risiko yang ada, misalnya menunda berkunjung ke negara-negara endemis penyakit, menghindari kontak langsung dengan hewan primata atau pengerat di wilayah tertentu dan perilaku sejenisnya.

Di sisi lain, cacar bisa dicegah dengan pemberian vaksin smallpox sambil menghindari faktor-faktor risiko yang ada.

Akan tetapi, sejak cacar (smallpox) sudah berhasil dieradikasi pada tahun 1980, vaksin cacar (smallpox) sudah tidak dipasarkan secara luas.

Itulah beberapa perbedaan antara cacar monyet yang sedang menghebohkan warga Singapura dan penyakit cacar yang umum terjadi pada manusia.

Tak ada salahnya untuk tetap waspada di manapun berada, sebab virus cacar monyet ini juga memiliki akibat yang sangat fatal, yaitu kematian. (TribunStyle/Octavia Monalisa)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kenali Gejala dan Penularan Cacar Monyet atau Monkeypox,Penyakit yang Kini Mengintai Warga Indonesia

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved