Sindikat Guru Pemalsu Penelitian Kena OTT Polisi di Gowa

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan keduanya diduga telah melakukan pemalsuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Sindikat Guru Pemalsu Penelitian Kena OTT Polisi di Gowa
ari maryadi/tribungowa.com
Dua oknum guru Asriani Djabbar (32) dan Haswirah Hamsah (37) diamankan polisi dalam operasi tangkap tangan (OTT) (Foto Ari Maryadi) 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Polres Gowa berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua orang oknum guru yang melakukan pemalsuan penelitian tindakan kelas (PTK) di Kabupaten Gowa.

Kedua oknum guru tersebut adalah Asriani Djabbar (32) selaku guru PNS serta Haswirah Hamsah (37) selaku guru honorer.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan keduanya diduga telah melakukan pemalsuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Kinerja Guru (PKG) sebagai syarat kenaikan pangkat bagi guru.

Dengan PTK palsu tersebut, keduanya membuka jasa dan mencari keuntungan uang bagi guru yang ingin memperoleh kenaikan pangkat. PTK dan PKG disebutkan sesuai dengan Permendiknas tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

“Polres Gowa bekerja sama dengan pihak Disdikbud Provinsi Sulsel berhasil melakukan OTT terhadap dua oknum guru," terang Shinto Silitonga di Mapolres Gowa, Rabu (15/5/2019).

Shinto melanjutkan, OTT tersebut berawal dari adanya laporan salah seorang guru berinisial WS. Ia mengaku ditawarkan untuk menggunakan jasa pembuatan PTK dan PKG kedua oknum guru tersebut.

WS diketahui merasa keberatan dengan permintaan dana yang diajukan kedua oknum tersebut untuk memperoleh PTK dan PKG. Sehingga ia melaporkan adanya sindikasi terkait modus tersebut ke Disdikbud Provinsi Sulsel yang kemudian bekerja sama dengan Polres Gowa.

Menurut Shinto, kedua oknum guru ini diketahui sudah beberapa kali melakukan pemberian jasa pembuatan PTK dan PKG kepada sejumlah guru yang ingin naik pangkat, dengan mengutip dana sebanyak Rp 2 juta perguru.

“Keduanya mengaku telah menerima orderan jasa dari beberapa guru. Mirisnya lagi, pembuatan PTK tersebut bahkan dilakukan dengan cara memplagiasi karya milik orang lain, melalui internet dengan memodifikasi karya tulis seseorang seolah-olah hasil ciptaannya,” imbuh Shinto Silitonga.

Sejumlah barang bukti pun kini telah diamankan dari OTT ini, diantaranya karya tulis hasil plagiat dan karya tulis asli, 1 unit laptop, 1 unit HP, 1 unit printer, serta beberapa dokumen PTK dan PKG sebagai produk kedua oknum guru tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved