Perkara Kota Idaman, Polres Gowa Ancam Jemput Paksa PT SIP

Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa terus melakukan pendalaman terkait perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattallassang, Gowa.

Perkara Kota Idaman, Polres Gowa Ancam Jemput Paksa PT SIP
Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa
Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa (tengah) didampingi Kasubbag Humas AKP M Tambunan (kiri) dan Kasat Reskrim Iptu Muh. Rivai (kanan) ketika mirilis penetapan tersangka Perkara Kota Idaman, Jumat (26/4/2019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa terus melakukan pendalaman terkait perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.

Polres Gowa masih menjadwalkan pemeriksaan saksi tambahan guna penyidikan lanjutan. Salah satunya dari pihak PT Sinar Indonesia Property (PT SIP).

PT SIP adalah pihak developer dalam pembangunan Kota Idaman tersebut.

Baca: Rujab Bupati Gowa Digeledah Polisi Hingga Tengah Malam

Baca: Berkas Perkara Pembangunan Kota Idaman Gowa Dilimpahkan ke Kejaksaaan

Baca: Tengah Malam, Tim Polda Sulsel Baru Selesai Geledah Rujab Bupati Gowa

Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Muh Rivai mengatakan pihaknya telah dua kali melayangkan panggilan terhadap PT Sinar Indonesia Proverty selaku developer.

Akan tetapi PT SIP belum pernah memenuhi pemeriksaan penyidik dalam dua kali pemanggilan tersebut.

Perwira polisi dua balok ini melanjutkan, jika pihak PT SIP tak kunjung hadir, makanya polisi akan melakukan penjemputan paksa guna pemeriksaan tersebut.

"Kami telah melakukan pemanggilan dua kali terhadap PT. SIP, dan jika pihak tersebut tidak juga hadir dalam pemanggilan selanjutnya, maka akan dilakukan penjemputan paksa," kata Iptu Rivai kepada Tribun Timur, Rabu (15/5/2019).

Sebelumnya polisi mengungkapkan jika PT SIP adalah pihak yang melakukan transaksi tanah kepada Forkopimda Gowa dalam lahan pembangunan Kota Idaman.

Polisi menyebut ada tiga dugaan tindak pidana yang teridentifikasi, yaitu pemalsuan, penipuan, dan penggelapan. Empat orang telah ditetapkan tersangka hingga saat ini.

Keempat tersangka tersebut yaitu Kepala Desa Panaikang Kecamatan Pattalassang Ismail Gannari Dg Malli (43), Mantan Kepala Dusun Jennetallasa Desa Panaikang Saparuddin Dg Lanti' (46).

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved