Penyidik Subdit IV Ditreskrimus Polda Rahasiakan Hasil Penggeledahan di Rujab Bupati Gowa

Penggeledahan itu dimulai sekitar 09.00 Wita, di ruangan Keuangan Pemerintah Gowa, Dinas Pendidikan Gowa, dan juga kantor Bupati Gowa. Lalu lanjut ke

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Syamsul Bahri
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
Aparat kepolisian dari tim Tipikor Polda Sulsel menggeledah kantor Balaikota Makassar, Jl Jend Ahmad Yani, Makassar, Rabu (3/1/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel masih masih merahasiakan hasil penggeledahan rumah jabatan (rujab) dan kantor Bupati Gowa.

Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel  mengaku sedang beristirahat saat dimintai keterangan oleh Tribun sehingga tidak bisa memberikan keterangan terkait

Wabup Luwu Timur Tolak People Power, Lalu Ajak Warga Lakukan Ini

Tumbangkan Mantan Gubernur Sulbar, Ini Dilakukan Ratih Megasari Singkarru Saat Kampanye

penggeledahan yang dilakukan sehari lalu.

"Istirahat dulu," ungkap Kasbudit IV Tipikor, Kompol Yudha Wirajati melalui WA terkait perkembangan pascapenggeledahan Rujab Bupati Gowa, Rabu (15/5/2019) petang.

Sebelumnya, tim Subdit IV Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) menggeledah Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Gowa, Selasa (14/5) pukul 11.00 Wita sampai pada pukul 23.05 Wita.

Penggeledahan itu dimulai sekitar 09.00 Wita, di ruangan Keuangan Pemerintah Gowa, Dinas Pendidikan Gowa, dan juga kantor Bupati Gowa. Lalu lanjut ke Rujab.

Penggeledahan oleh tim penyidik Polda ini terkait dugaan korupsi, pada pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa (Imtaq) di Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa di tahun 2018.

"Kami istirahat dululah, tidur. Kami ini juga kan manusia," lanjut Kompol Yudha, saat Tribun menanyakan terkait dengan barang bukti yang disita saat penggeledahan itu.

Penggeledahan ini berdasarkan, Laporan Informasi pada Januari 2019, Sprin Lidik sejak bulan Februari 2019, dan Sprint Sidik Ditreskrimsus Polda Sulsel pada Mei 2019.

Kasus ini sudah Sidik, pasal 2 (1) Subsider pasal 3 Juncto pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah di UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Penyidik Tipikor Polda Sulsel dikawal Brimob mengangkut box dokumen ke dalam mobil Inova hitam di Halaman Kantor Bupati Gowa.
Penyidik Tipikor Polda Sulsel dikawal Brimob mengangkut box dokumen ke dalam mobil Inova hitam di Halaman Kantor Bupati Gowa. (ari maryadi/tribungowa.com)

Diketahui, kegiatan pengadaan alat peraga Imtaq dilaksanakan oleh Disdik Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018, dengan nilai kontrak Rp. 5,5 Miliar dan terjadi Mark Up.

Disebutkan penyidik Subdit Tipikor, dari penyedia atau rekanan adalah PT. ARSA PUTRA MANDIRI dipinjam untuk digunakan oleh Rahmawati Bangsawan alias Neno.

Dari hasil kegiatan penyelidikan Subdit Tipikor Polda Sulsel di Yogyakarta, dimana lokasi sumber barang pengadaan Imtaq, ditemukan ada kurang lebih 1,5 miliar.

Ditemukan juga keterlambatan, dimana pada Februari 2019 lalu masih ada terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Kota Makassar dalam pengadaan proyek itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved