OPINI

OPINI - Literasi untuk ‘Kampus’ Peradaban

Penulis adalah Peraih Anugerah Literasi UIN Alauddin Makassar/Bergiat di FLP UINAM

OPINI - Literasi untuk ‘Kampus’ Peradaban
tribun timur
Kabid Media dan Komunikasi PK IMM Ushuluddin UIN Alauddin Makassar, Cabang Gowa

Tanggung jawab kita semua. Kata Nelson Mandela “Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi tanyakanlaha apa yang telah kau berikan kepada negaramu”.

Begitu juga kita, apa yang sudah kita berikan kepada negara, agama, masyarakat, kampus? Sudahkah kita memberi?

Sayangnya kebanyakan dari kita—tidak semua—lebih suka meminta.

Innallaha la yugayyiru maa biqoumin hatta yugayyiruu ma bianfusihim (QS Ar-Rad/13: 11).

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang mengubahnya.

Baca: Penyaluran Dana Stimulan di Parigi dan Donggala Bermasalah, Aktivis Protes

Mari kita mengubahnya bersama-sama, dimulai dari diri sendiri. Kemudian untuk kampus kita.

Sebagai kampus Islam, sebagai kampus peradaban, sepatutnya menjadi kiblat peradaban. Kampus peradaban tidak sekadar sebagai nama.

Apa sisi peradaban yang bisa kita perlihatkan, demonstrasi? Tawuran? Perkelahian? Bolos? Kita bisa menilainya sendiri.

Maka dari itu pada Festival dan Anugerah Literasi UINAM 2019 dengan tema Literasi untuk Peradaban, sedikit saya tambahkan menjadi Literasi untuk ‘Kampus’ Peradaban.

Sebagai masyarakat kampus, kita semua harus dan memiliki tanggungjawab berkontribusi untuk peradaban kampus, kampus peradaban.

Menutup dengan perkataan Helvy Tiana Rosa bahwa “menulis adalah memahat peradaban.”

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Selasa (14/05/2019)

Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved