Ramadan 1440 H

Makna Sepuluh Hari Awal Ramadan Menurut Kepala Kemenag Majene

Kepala Kemenag Majene, Adnan Nota menyebut, sepuluh hari pertama Ramadan ini merupakan fase diturunkannya rahmah Allah SWT.

Makna Sepuluh Hari Awal Ramadan Menurut Kepala Kemenag Majene
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Kepala Kemenag Majene, Adnan Nota saat menghadiri buka puasa bersama di Rujab Camat Malunda, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Tak terasa Bulan Suci Ramadan telah memasuki hari ke sepuluh.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Majene, Adnan Nota menyebut, sepuluh hari pertama Ramadan ini merupakan fase diturunkannya rahmah Allah SWT.

"Semoga Rahmah kita raih dan dapat tertancap dalam lubuk sanubari yang berpuasa," ucap Adnan Nota, Rabu (15/5/2019).

Baca: Pilkada Majene 2020, Fahmi Garansi Tanpa Intimidasi

Baca: Safari Ramadan, Bupati Majene Boyong Belasan Pimpinan OPD ke Malunda

Baca: Kunjungi Gubuk Pasangan Lansia Pesai, Wakapolres Majene Salurkan Donasi Program 3S

Kata Adnan, rahmah Allah SWT akan diberikan pada hamba yang mengupayakan menggapainya. Orang berhasil meraih rahmat akan terlihat dalam kepribadiannya tumbuh sifat kasih sayang dan sifat berbagi.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, siapa saja yang memberi buka kepada orang yang puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang puasa maka Allah akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan.

Satu tegukan itu menyebabkan tidak haus sampai masuk surga. Inilah bulan, yang awalnya adalah rahmah, pertengahannya maghfirah, dan akhirnya ‘itqun minan nar atau pembebasan dari neraka.

Adnan Nota menjelaskan, rahmah terdiri dari tiga huruf râ, hâ, dan mîm. Mengutip, Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata yang berakar dari tiga huruf râ, hâ, dan mîm memiliki arti dasar kelembutan, kehalusan dan kasih sayang.

Lanjut Adnan, sedangkan menurut Al-Ashfihani dalam Mufradât Alfâdzh al-Qur’an, kata rahmah berarti kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi.

"Sangat jelas bahwa orang yang telah mendapatkan rahmah Allah di sepuluh pertama Bulan Ramadhan adalah mereka yang puasanya telah menjadi motivasi dan memberi pengaruh baik dalam perubahan prilaku yang selalu mengantarnya menebar kasih sayang," katanya.

Pimpinan Ponpes Al-Ihsan Kanang, Polman ini menambahkan, ciri-ciri hamba yang mendapatkan rahmah yakni tumbuh cinta dan kasih sayang yang tulus dalam hati sanubari sebagai bagian karakter dan akhlaq dirinya. Cinta dan kasih sayang menjadi motivas dan tujuan hidupnya. Serta menjadi keseharian dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Disebutkan, cinta yang merupakan refleksi hati diejawantahkan dari kebiasaan berbagi pada sesama. Terutama kepada kaum papah, fakir dan miskin. Bahkan kepada seluruh ummat manusia menjadi kebiasaan dan rutinitasnya.

"Ketiga, cinta dan kasih sayang yang tumbuh adalah cinta yang semata hanya mengharap pada keridha’an Allah SWT," pungkasnya. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

 

A

Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved