Menteri Amran Bicara Perlunya Keberpihakan Teknologi ke Petani di Niigita Jepang

Salah satu isu khusus yang dikaitkan dengan keberpihakan terhadap kepentingan petani adalah kesetaraan akses pemanfaatan teknologi dan inovasi kepada

Menteri Amran Bicara Perlunya Keberpihakan Teknologi ke Petani di Niigita Jepang
Handrover
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama petani di Jepang 

TRIBUN TIMUR.COM, NIIGATA – Keberpihakan terhadap kepentingan petani menjadi isu utama yang dikemukakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri forum G20 Agriculture Ministerial Meeting (AMM) yang berlangsung 11-12 Mei di Niigata, Jepang.

Salah satu isu khusus yang dikaitkan dengan keberpihakan terhadap kepentingan petani adalah kesetaraan akses pemanfaatan teknologi dan inovasi kepada petani kecil.

Ganti ILC TV One dan Karni Ilyas, Host CDK TV One Andromeda Mercury Dapat Pujian Wanita Cantik Ini

7 Juru Parkir Diciduk, Pascabentrokan Juru Parkir vs Driver Grab di Makassar

“Kesetaraan akses pemanfaatan teknologi dan inovasi kepada petani kecil, terutama Information and Communication Technology (ICT) memiliki peran krusial untuk mendukung pembangunan sektor pertanian,” tegas Amran.

Masih terkait inovasi dan teknologi, Amran juga menekankan pentingnya digitalisasi dan inovasi dalam rantai nilai pangan (FVC). Menurut Amran, teknologi digital dapat menjadi cara menarik minat generasi muda menekuni profesi sektor pertanian.

“Hal ini sejalan dengan program strategis Indonesia dalam mengembangkan kewirausahaan pemuda tani,” ungkapnya.

Isu lain yang disampaikan menteri kelahiran Sulawesi Selatan itu adalah tentang perlunya perbaikan Global Food Value Chains (FVCs). Perbaikan ini krusial guna meningkatkan efisensi dan nilai tambah mendorong kesejahteraan petani.

“Serta pentingnya kolaborasi antarnegara G20 mengatasi dampak perubahan iklim serta pencapaian SDGs dengan memperhatikan kesepakatan global pada rencana aksi United Nations Decade of Family Farming 2018-2028,” ucap Amran.

Untuk itu, Amran mengharapkan negara-negara G20 memperhatikan kesetaraan perdagangan komoditas dalam mencapai rantai nilai pangan (Food Value Chains/FVC).

Di sela-sela forum G20 AMM, Amran sempat mencuri perhatian ketika menyoroti berbagai kesepakatan yang muncul di forum tersebut namun tidak jelas kelanjutannya. Ke depannya setiap kesepakatan yang ada dapat disusun peta arah implementasinya sehinnga bisa jadi pedoman negara anggota G20.

Pendapat yang dikemukakan Amran Sulaiman tersebut mampu menyita perhatian dari para anggota G20. Bahkan Bank Dunia sempat menyebutkan salah satu isu yang telah lama dibahas, seperti food loss dan food waste, hingga sekarang tidak jelas bentuk aksinya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama petani di Jepang
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama petani di Jepang (Handrover)
Halaman
12
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved