2 Tahun ABM-Enny Pimpin Sulbar, Rahim Sebut Ada Semangat yang Kian Hari Kian Surut

Minggu 12 Mei 2019, Ali Baal Masdar - Hj Enny Angraeny Anwar (ABM-Enny) genap dua tahun memimpin Provinsi Sulawesi Barat.

2 Tahun ABM-Enny Pimpin Sulbar, Rahim Sebut Ada Semangat yang Kian Hari Kian Surut
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Abdul Rahim saat diwawancarai sejumlah wartawan di gedung DPRD Sulbar, Senin (13/5/2019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Minggu 12 Mei 2019, Ali Baal Masdar - Hj Enny Angraeny Anwar (ABM-Enny) genap dua tahun memimpin Provinsi Sulawesi Barat.

Dua tahun kepemimpinan paket ABM-Enny banyak pihak menilai tak berjalan maksimal, sebagaimana harapan rakyat, sehingga menuai komentar dari sejumlah kalangan.

Tak terkecuali dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar, sebagai mitra kerja dalam menjalankan roda pembangunan.

Baca: DPRD Sulbar Rekomenasikan Proyek Peternakan Sapi Unggul di Beroangin Dihentikan

Baca: Hasil Pemilu Sulbar Disahkan di Rekap Nasional, KPU Siap Hadapi Gugatan di MK

Baca: Tumbangkan Mantan Gubernur Sulbar di Pileg DPR RI, Ini Janji Ratih Megasari Singkarru

Abdul Rahim salah satunya, anggota DPRD Sulawesi Barat dari partai Nasdem itu menilai, selama ini tata kelolah pemerintah tidak benar-benar berjalan dengan baik.

"Tata kelolah pemerintahan ini penting. Harus benar-benar dirancan dengan baik, tentu saja penempatan pejabat itu harus berdasarkan kompetensi dan intergritas. Tentu yang memiliki kadar pemehaman terhadap tupoksi pada OPD,"kata Rahim di gedung DPRD Sulbar, Senin (13/5/2019) malam.

Menurut Rahim, hal tersebut harus menjadi perhatian utama Ali Baal, sebab kata dia, ketidak profesionalan pejabat akan berdampak langsung terhadap capaian-capaian pemerintah.

"Saya kira ini menjadi salah satu tantangan terbesar, memastikan kapasitas setip birokrasi yang ada,"ujarnya.

Alumni IAIN Ujung Pandang itu mengungkapkan, dua tahun terakhir ABM-Enny menjalankan roda pemerintahan, belum terlalu fleksibel dalam menentukan titik strategis dalam mengomandoi pemerintahan.

"Entah karena budaya kerja yang sepertinya saya melihat ada semangat yang makin hari makin surut. Dan ini juga menjadi tugas utama Sekda Provinsi yang masih tergolong baru untuk memberikan perhatian khusus untuk itu,"kata dia.

Lanjut Rahim, harus ada evaluasi secara terus menerus. Yang lebih penting lagi, ujarnya, komunikasi dan koordinasi antara Gubernur dan Wakilnya menjadi hal yang sangat penting dalam menata pemerintahan.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved