Diancam Dipidanakan Gubernur, Mulawarman: Saya Lebih Baik Mengkritik Daripada Menjilat!

“Jika Pak Nurdin Abdullah mau menpidanakan saya, silakan itu hak Pak Nurdin Abdullah. Dan terus terang, saya lebih suka itu,” tegas Mulawarman.

Diancam Dipidanakan Gubernur, Mulawarman: Saya Lebih Baik Mengkritik Daripada Menjilat!
dok.tribun
Mulawarman 

“Jika Pak Nurdin Abdullah mau menpidanakan saya, silakan itu hak Pak Nurdin Abdullah. Dan terus terang, saya lebih suka itu,” tegas Mulawarman.

“Sekali lagi, sebagai apapun. Saya lebih suka mengkritik Pak Nurdin Abdullah daripada jadi penjilat di sekitar Pak Nurdin Abdullah.”

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seteru Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) dengan pengamat sosial Mulawarman berlanjut.

NA mengancam memidanakan Mulawarman atas tuduhan pencemaran nama baik. NA merasa difitnah oleh Mulawarman, yang juga jurnalis senior itu.

Nurdin mengatakan apa yang dituduhkan oleh Mulawarman kepada dirinya adalah pembohongan publik.

Baca: Mampukah Nurdin Abdullah Jadi Pemimpin Sulsel?

Sebagai Gubernur Sulsel, NA mengaku tidak pernah bersentuhan langsung dengan proyek-proyek yang ada di Pemprov Sulsel, apalagi mengusulkan seseorang yang ia kenal kepada pejabat Pemprov Sulsel untuk mendapatkan proyek atau fee.

"Itu Mulawarman pembohongan publik, jelas jelas ini sudah pencemaran nama baik. Dan saya bisa pidanakan. Seenaknya saja ngomong tanpa ada bukti," tegas Nurdin Abdullah, menanggapi kicauan Mulawarman ke tribun-timur.com, baru ini, Jumat (10/5/2019).

Menjawab ancaman itu, Mulawarman mengirim tulisan lanjutan ke Tribun-Timur.com. “Pak Nurdin Abdullah, saya bergaul lama dengan Prof Fachruddin mertua Anda. Almarhum saya sangat hormati, hargai dan kagumi, seperti hormat dan penghargaan serta kekaguman saya pada Prof Amiruddin almarhum, tokoh idola dan tokoh teladan Pak Nurdin Abdullah,” jelas Mulawarman.

Baca: Tanpa Pertimbangan BKD, Nurdin Abdullah Copot Kabiro Pembangunan Sulsel

Tapi, lanjut Mul, sapaan Mulawarman, Prof Fachrudin, Prof Amiruddin, maupun Prof Basri Hasanuddin, dan pendahulu-pendahulu NA, tidak pernah memutasi, apalagi mencopot bawahannya dengan dasar tuduhan. Bahkan, pendahulu NA yang militer sekalipus seperti HZB Palaguna dan Amin Syam, tidak pernah melakukannya karena itu pantangan berat bagi pemimpin.

“Jika Pak Nurdin Abdullah mau menpidanakan saya, silakan itu hak Pak Nurdin Abdullah. Dan terus terang, saya lebih suka itu,” tegas Mulawarman.

Baca: Apa Penyebab Nurdin Abdullah Siap Lakukan Sumpah Pocong? Sampai Ucap Lillahi Taala, Ini Awalnya

Baca: Apa Penyebab Nurdin Abdullah Siap Lakukan Sumpah Pocong? Sampai Ucap Lillahi Taala, Ini Awalnya

Bagi Mul, ancaman memidakan tidak akan menghentikan mengeritik pemimpin. Dia memilih menjadi pengeritik sekalipun itu pahit, daripada menjadi penjilat meskipun itu manis.

“Sebagai teman, atau saudara seperti yang Pak Nurdin Abdullah selalu katakan ke teman-teman setiap kita bertemu, bahwa Mul ini saudara saya. Saya hanya ingin kembali mengingatkan, jauh lebih baik saya mengingatkan atau mengkritik Pak Nurdin Abdullah di saat menjalankan jabatan, daripada saya mengkritik dan mencaci dan meninggalkan Pak Nurdin Abdullah, disaat Pak Nurdin Abdullah tidak lagi menjabat,” jelas Mul.

“Karena motivasi saya yang mengkritik Pak Nurdin Abdullah, saya ingin Pak Nurdin Abdullah sukses memimpin Sulsel dan terutama karena saya ingin melihat Sulsel lebih maju dan lebih sejahterah rakyatnya dari daerah-daerah lain di negara kita ini,” kata Mul menambahkan.

Di bagian akhir tulian yang dia namai SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SULSEL NURDIN ABDULLAH itu, Mul menegaskan, “Sekali lagi, sebagai apapun. Saya lebih suka mengkritik Pak Nurdin Abdullah daripada jadi penjilat di sekitar Pak Nurdin Abdullah.”(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved