Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hendak Balas Dendam Pakai Busur, 3 Remaja di Jl Sabutung Makassar Diciduk Polisi

Tiga remaja di Jl Sabutung Makassar diamankan Tim Respon Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (10/05/2019) malam.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
Dok Polres Pelabuhan Makassar
Bawa busur, remaja di Jl Sabutung Makassar diamankan Tim Respon Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (10/05/2019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga remaja di Jl Sabutung Makassar diamankan Tim Respon Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (10/05/2019) malam.

Ketiganya berinisial, WF (15) warga Jl Galangan Kapal, MR (13) Jl Paccelang dan YR (13) warga Jl Sabutung.

Ketiganya diamankan saat tim respon melakukan patroli anti kejahatan jalanan dan premanisme di Jl Sabutung pukul 23.01 Wita.

Baca: 7 Anggota DPRD Makassar Oppo di Dapil II, Basdir dan Sampara Out

Baca: Dini Hari, Puluhan Motor Terjaring Razia Tim Balapan Liar Polrestabes Makassar

Baca: Rekap Suara Memanas, Ketua KPU Makassar: Begini Bos, Tunjukkan Datanya

Disaat yang sama, tim respon mendapati kelompok remaja yang sedang asik nongkrong.

Tim respon yang menaruh curiga pun menghampiri.

Melihat tim respon mendekat, beberapa dari mereka kabur dan tiga lainnya tetap tinggal di tempat lalu menyapa kehadiran tim bermotor trail ini.

Sapaan ketiganya pun disahuti personel tim respon dengan meminta katiganya angkat tangan.

Badan ketiganya pun digeledah.

"Dari hasil penggeledahan terhadap ketiga remaja tersebut, tim respon menemukan satu buah ketapel dan satu anak panah," kata Dantim Respon Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Asfada.

Ketiganya pun digelandang ke Mapolres Pelabuhan, Jl Ujungpandang.

Ketapel dan anak panah rupanya merupakan milik remaja WF.

"Dari hasil wawancara terhadap WF yang dilakukan petugas di posko respon, bahwa barang bukti tersebut akan digunakan untuk melakukan aksi balas dendam adiknya yang dipukuli oleh remaja berinsial JD di Cambayya," ujar Asfada.

Mendengar jawaban WF, Asfada menyangkan adanya rencana jahat oleh remaja berusia 15 tahun itu.

"Sangat disayang anak remaja seperti ini yang seharusnya sudah berada dirumah tidur berkumpul bersama keluarga tetapi masih berada di luar rumah dengan membawa busur dan ketapel. Apalagi untuk balas dendam yang mestinya jika ada kejadian seperti penganiayaan dapat melapor ke kantor polisi," terangnya.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar dalam keterangan tertulis Asfada, mengapresiasi pelaksanaan tugas tim respon selama bulan ramadan ini.

Terlebih tim respon dapat mencagah rencana adanya tindak kejahatan yang hendak dilancarkan WF dan rekannya.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

A

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved